Ketika lampu hijau menyala untuk empat ronde terakhir WRC 2026, satu nama tengah menjadi sorotan: Sami Pajari. Pebalap Toyota asal Finlandia itu datang ke Paraguay dengan performa terbaik di antara semua rival. Dua kemenangan beruntun di Estonia dan Finlandia—kemenangan pertamanya di WRC—membawanya melompat ke posisi kedua klasemen dengan 171 poin, hanya terpaut 30 poin dari pemimpin klasemen, Elfyn Evans.
Lebih dari sekadar angka, momentum Pajari terasa relevan dengan karakteristik reli Paraguay. Permukaan gravel merah yang cepat dan mengalir bisa berubah drastis seiring berjalannya reli, dengan bekas roda dan batu tajam yang mulai muncul. Kombinasi ini memberi keuntungan bagi pebalap yang cepat sekaligus semakin percaya diri di atas gravel—dan Pajari jelas memenuhi kriteria itu.
Prediksi podium untuk Paraguay: 1. Sami Pajari (Toyota), 2. Sebastien Ogier (Toyota), 3. Elfyn Evans (Toyota). Kuda hitam yang layak diperhitungkan adalah Adrien Fourmaux. Hyundai memang frustrasi dengan hasil yang kurang memuaskan meski menunjukkan kecepatan, tetapi Fourmaux finis keempat di Finlandia dan sudah membuktikan kecepatan gravel yang solid tahun ini. Hyundai sendiri meyakini Paraguay bisa menjadi momen untuk mengonversi kecepatan menjadi podium.

Menariknya, Ogier punya catatan spesial di Paraguay: ia memenangkan edisi perdana Rally del Paraguay pada 2025. Itu bukti kuat bahwa ia tahu cara menaklukkan medan tersebut. Namun, ia baru kembali setelah kecelakaan di Finlandia, sehingga performanya sedikit sulit diprediksi.
Jika Pajari menang di Paraguay, prediksi saya untuk Chile bergeser ke Takamoto Katsuta. Pebalap Jepang itu sudah dua kali menang musim ini (Kenya dan Kroasia) dan duduk di posisi ketiga klasemen dengan 160 poin. Gravel Chile yang halus, cepat, dan mengalir adalah tipe permukaan yang menghargai presisi dan kepercayaan diri—kualitas yang dimiliki Katsuta. Reli ini pun punya reputasi sebagai 'reli pembalap'.
Skenarionya: jika Pajari menang di Paraguay, ia akan datang ke Chile dengan tiga kemenangan beruntun. Itu terdengar menguntungkan, tetapi juga membawa beban ekspektasi. Saya tetap memberi keunggulan tipis untuk Katsuta di reli yang menuntut konsistensi dan komitmen. Prediksi podium Chile: 1. Katsuta, 2. Pajari, 3. Evans.
Satu faktor spoiler besar: Ogier. Meski melewatkan Swedia dan Finlandia, ia hanya terpaut 21 poin dari Katsuta dan sudah memenangkan dua reli musim ini. Jika skenario ini terjadi, klasemen akan menjadi liar menjelang Sardegna. Hal yang paling menarik untuk diperhatikan adalah bagaimana Pajari menghadapi perannya sebagai pembuka jalan di Paraguay—ia akan start kedua di hari pertama, sebuah posisi yang biasanya merugikan. Jika ia tetap dominan, maka prediksi saya untuk Chile pun akan berubah.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!