SPONSORED

WRC 2029: FIA Buka Opsi Bebas Pilihan Powertrain untuk Pabrikan

Notifikasi
Luki Hidayatudin
Luki Hidayatudin
0
WRC 2029: FIA Buka Opsi Bebas Pilihan Powertrain untuk Pabrikan
TO NEWS OVERVIEW
Toyota has demonstrated hydrogen power more than once in the WRC service park, including last year with the GR Yaris Rally2 H2 concept

Bayangkan sebuah mobil reli dengan mesin V8 yang menggelegar, atau mungkin V6 turbo modern, atau bahkan full electric yang senyap. Itulah gambaran yang mulai dirancang FIA untuk FIA World Rally Championship mulai 2029. Setelah regulasi WRC27 yang baru diluncurkan dengan sasis spaceframe yang fleksibel, kini giliran sektor powertrain yang mendapat angin segar.

Wakil Presiden FIA, Malcolm Wilson, menegaskan bahwa pintu untuk teknologi baru akan terbuka lebar. "Kami terbuka untuk bisnis [dalam hal teknologi baru] mulai 2029," ujarnya kepada DirtFish. Ini bukan sekadar wacana; ini adalah strategi untuk membuat WRC semakin menarik bagi pabrikan. "Targetnya adalah membuat pabrikan harus berada di WRC. Kami ingin membuatnya hemat biaya, memberikan laba atas investasi, sehingga pabrikan harus ada di sini."

Kunci dari strategi ini adalah fleksibilitas penuh pada pilihan powertrain. Wilson merujuk pada keberhasilan pendekatan serupa di ajang reli reli lintas negara (World Rally Raid Championship). "Kami punya diesel, V6, V8, turbo-charging, dan itu berhasil," jelasnya. Sistem pengukur torsi (torque meter) menjadi penjaga keseimbangan, memastikan tidak ada yang melebihi batas tenaga dengan penalti waktu otomatis. Pendekatan ini membuktikan bahwa variasi teknologi bisa berjalan berdampingan secara adil.

Elfyn Evans Waspadai 'Lotere' Paraguay: Grip Hampir Nihil
Baca JugaElfyn Evans Waspadai 'Lotere' Paraguay: Grip Hampir Nihil

Direktur teknis FIA, Xavier Mestelan Pinon, bahkan mengungkapkan bahwa mobil listrik murni (full EV) bukan lagi mimpi. "Full EV untuk aplikasi WRC tidak sepenuhnya gila," katanya. Tantangan utamanya hanya soal pengisian daya di antara dua stage. Dengan tenaga sekitar 300 tenaga kuda dan baterai 40 kilowatt, mobil listrik mampu menempuh stage 35 kilometer plus road section 100 kilometer. "Itu bukan tantangan. Karena reli tidak seperti jalan tol yang membutuhkan throttle penuh terus-menerus," imbuhnya. Untuk itu, FIA siap membangun stasiun pengisian daya di rute jika diperlukan.

ADVERTISEMENT

Dengan adanya opsi ini, peta persaingan WRC diprediksi akan berubah drastis. Pabrikan seperti Toyota yang sudah memamerkan konsep hidrogen GR Yaris Rally2 H2, atau Ford dengan V8 di ajang reli raid, punya banyak arah pengembangan. Ini adalah langkah berani yang bisa membawa WRC ke era baru yang lebih inklusif dan inovatif, sekaligus menjaga relevansi ajang di tengah perubahan industri otomotif global.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU