Situasi di garasi pabrikan Ducati memanas setelah Pecco Bagnaia melontarkan pernyataan penuh teka-teki usai finis di posisi ke-13 pada balapan Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang. Pembalap asal Italia tersebut mengeluhkan adanya komponen atau aspek teknis misterius yang menurutnya sudah tidak lagi berfungsi atau tersedia sejak penampilan impresifnya musim lalu di Misano dan Motegi. Komentar samar ini sontak memicu tanda tanya besar di paddock karena tidak merujuk pada setelan suspensi atau elektronik konvensional.
Menanggapi kebingungan yang disampaikan sang juara dunia dua kali itu, Davide Tardozzi selaku manajer tim Ducati tampak terkejut dan kehabisan kata-kata saat diwawancarai oleh media Italia. Tardozzi dengan jujur mengakui bahwa dirinya sama sekali tidak memahami maksud dari tudingan pembalap andalannya tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh awak garasi, termasuk kepala mekanik Cristian Gabarrini dan teknisi elektronik Marco Pagano yang pernah mengantar Bagnaia meraih gelar juara dunia, kini sedang berada dalam jalan buntu untuk menemukan solusi performa.
"Sayangnya jawaban saya adalah saya tidak tahu. Kita harus bertanya kepada Pecco... Saya sungguh tidak punya gagasan sama sekali mengenai apa yang dia maksud," ujar Tardozzi dengan nada heran saat merespons pertanyaan jurnalis Sky Italia mengenai arah keluhan pembalapnya di Sepang.

Lebih lanjut, Tardozzi menekankan bahwa pabrikan Borgo Panigale telah mengerahkan segenap upaya maksimal untuk memberikan perangkat terbaik sepanjang musim balap ini. Ia juga menegaskan bahwa spesifikasi Desmosedici GP yang dikendarai oleh pembalap bernomor start satu itu identik secara teknis dengan motor yang dipakai oleh Marc Marquez maupun Alex Marquez di lintasan.
"Motor yang dia kendarai adalah motor yang persis sama dengan yang digunakan untuk meraih podium dan mendominasi Sprint di Brno. Jadi kami benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi karena perangkat kerasnya sama persis dengan motor yang mengantar Marc menang dan Alex naik podium," tambah Tardozzi menjelaskan situasi pelik di garasi tim pabrikan.
Krisis performa ini memperlihatkan betapa lebarnya jurang telemetri antara Bagnaia dan para pembalap terdepan dalam beberapa seri terakhir. Tim teknik Ducati kini dihadapkan pada tekanan besar untuk segera memecahkan masalah degradasi cengkeraman dan manajemen ban sebelum rangkaian seri penutup musim bergulir di kawasan Asia dan Eropa.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!