Pirelli telah menuntaskan dua hari pengujian ban Formula 1 di Sirkuit Imola, dengan total 400 lap terakumulasi. Hari kedua menjadi panggung bagi Ferrari dan Racing Bulls, di mana Antonio Giovinazzi kembali mengemudikan mobil Maranello, sementara Racing Bulls menurunkan duet pembalap utama mereka, Liam Lawson dan Arvid Lindblad.
Aksi Lindblad dan Lawson
Arvid Lindblad menjadi yang tercepat di hari kedua dengan catatan waktu 1:18.454 setelah menyelesaikan 73 putaran atau setara 358 km. Rekan setimnya, Liam Lawson, hanya terpaut 27 milidetik lebih lambat (1:18.471) usai menuntaskan 65 putaran (319 km). Menariknya, Lawson menguji kompon C3 dan C4, sedangkan Lindblad fokus pada C5. Perbedaan kompon ini menjadi bagian dari upaya Pirelli mengumpulkan data untuk regulasi ban 2027.
Giovinazzi Paling Sibuk
Antonio Giovinazzi menjadi pembalap paling sibuk di hari kedua. Ia menggeber Ferrari untuk 135 putaran, menempuh 663 km, dengan waktu terbaik 1:19.894. Seluruh programnya berpusat pada kompon C3, menggabungkan time attack dan long run. Ini menjadi kesempatan berharga bagi Giovinazzi untuk kembali merasakan mobil F1 sekaligus membantu Ferrari dan Pirelli mengumpulkan data.

Total 400 Lap dan Kondisi Panas
Jika ditambah dengan hari pertama yang melibatkan Lewis Hamilton dan Charles Leclerc (127 putaran), Pirelli total mengumpulkan data dari 400 putaran atau setara 1.963 km. Uji coba berlangsung dalam kondisi cuaca panas ekstrem, dengan suhu aspal mencapai 49°C dan suhu udara 31°C. Panasnya aspal Imola menjadi tantangan tersendiri dalam mengevaluasi degradasi dan performa ban.
Lanjut ke Magny-Cours
Program pengembangan ban akan berlanjut pada pertengahan Oktober di Sirkuit Magny-Cours, Prancis. Fokus utama sesi tersebut adalah ban untuk kondisi basah. Berkat sistem irigasi buatan di lintasan, Pirelli dapat menguji dan mengevaluasi solusi spesifik untuk balapan hujan. Ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan ban yang lebih baik untuk musim 2027.
Dengan data yang terkumpul, Pirelli diharapkan dapat merancang ban yang tidak hanya cepat tetapi juga tahan lama dan aman di berbagai kondisi. Kerja sama dengan tim-tim F1 seperti Ferrari dan Racing Bulls menjadi kunci suksesnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!