Ketegangan di Hungaroring akhirnya mereda. Oscar Piastri mengonfirmasi bahwa dirinya telah bertukar pesan dengan Carlos Sainz setelah insiden tabrakan yang memicu kemarahan besar di Grand Prix Hongaria.
Kejadian di Tikungan 2 itu merenggut posisi terdepan yang tengah dinikmati pembalap McLaren tersebut. Saat Piastri hendak melewati lapped traffic setelah pit stop keduanya, Sainz yang sedang bertarung dengan Fernando Alonso di bagian belakang lapangan tiba-tiba kembali ke racing line. Tabrakan pun tak terelakkan.
Reaksi langsung Piastri di radio tim sangat tajam. Ia menyebut insiden itu "tidak bisa diterima" dan bahkan menyebutnya sebagai salah satu hal terbodoh yang pernah ia lihat di sirkuit. Namun, setelah melalui proses analisis, sikapnya kini jauh lebih tenang.

Di balik kemarahan itu, ada faktor teknis yang turut berperan: sistem blue flag berbasis GPS diketahui bermasalah sejak lap keenam. Akibatnya, peringatan di kokpit tidak muncul, dan pengawas balapan terpaksa beralih ke marshalling manual. Namun, analisis pasca-balapan menunjukkan Sainz melewati tujuh panel blue flag di pinggir lintasan sebelum kontak, dan timnya juga telah memberi tahu via radio bahwa Piastri sedang mendekat.
Steward menilai Sainz sepenuhnya bertanggung jawab dan menjatuhkan penalti lima detik. Piastri sendiri akhirnya gagal finis karena masalah girboks yang tidak berkaitan dengan insiden tersebut.
Menjelang Grand Prix Belanda, pembalap berusia 24 tahun itu mengonfirmasi komunikasi telah terjalin. "Kami saling berkirim pesan," ujarnya kepada media, termasuk RacingNews365. Ia tidak merinci isi pesan tersebut, tapi nadanya jauh lebih terkendali dibandingkan amarahnya di Hungaroring.
Soal apakah masalah ini perlu dibahas dalam briefing pembalap di Zandvoort, Piastri menilai yang terpenting adalah tanggung jawab bersama. "Sistem yang tidak berfungsi jelas tidak ideal, tapi pada akhirnya tim dan pembalap punya tanggung jawab untuk memastikan mereka mengikuti aturan," jelasnya.
Ia juga menyinggung keunikan aturan blue flag di Formula 1. Menurutnya, sistem ini tidak perlu diubah secara fundamental, hanya perlu perhatian ekstra ketika terjadi kegagalan teknis. "Kita mungkin satu-satunya seri yang punya sistem blue flag seperti ini. Ketika sistem itu tidak bekerja, ya harus ada perhatian lebih," pungkasnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!