Oscar Piastri angkat bicara soal kontroversi penggunaan simulator F1. Pembalap McLaren itu menilai simulator tetap alat yang berguna untuk mempersiapkan grand prix, meski mengakui ada perbedaan generasi dengan Lewis Hamilton.
Sebelumnya, Hamilton mengaku enggan memakai simulator setelah merasa alat itu 'menyesatkan' hasilnya. Tapi Piastri punya pandangan berbeda. Menurutnya, simulator adalah bagian penting dari persiapan, terutama dengan mobil saat ini yang semakin kompleks.
"Saya merasa simulator itu berguna. Saya tumbuh di generasi yang berbeda dengan Lewis," ujar Piastri. "Simulator memang sudah ada lama, tapi saya paham tidak semua orang cocok dengannya."

Piastri menambahkan bahwa dengan mobil modern yang rumit, menjalani simulasi sebelum balapan membantu dirinya dan tim. "Saya rasa menjalani simulator cukup membantu, baik untuk saya maupun tim," jelasnya.
Meski begitu, pembalap Australia itu sadar simulator tidak akan pernah menggantikan sensasi berkendara dengan mobil sungguhan. "Tidak akan pernah sempurna, tidak akan pernah menjadi alat yang anti-gagal, dan tidak akan sebagus mengendarai mobil asli," katanya.
Piastri menutup dengan filosofi sederhana: "Kamu bekerja dengan alat yang kamu punya, atau tidak, jika itu lebih baik untukmu." Pernyataan ini menegaskan bahwa setiap pembalap punya pendekatan berbeda dalam menghadapi tantangan F1 modern.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!