SPONSORED

Petter Solberg Ungkap Perubahan Setup Mobil Sebelum Petaka WRC

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Petter Solberg Ungkap Perubahan Setup Mobil Sebelum Petaka WRC
TO NEWS OVERVIEW
Oliver Solberg. Photo: TGR WRT / McKlein

Kegagalan dramatis menghantam kubu Oliver Solberg pada detik-detik pemungkas kejuaraan reli dunia, ketika impian merengkuh gelar juara dunia pupus hanya dua tikungan jelang garis akhir. Mengemudikan mobil Toyota GR Yaris Rally1, insiden melebar di tikungan kiri yang ketat membuat kendaraan terperosok ke dalam semak-semak. Momen menyayat hati tersebut tidak hanya meruntuhkan asa kemenangan di musim penuh pertamanya, tetapi juga mengubur ambisi untuk mencatatkan sejarah baru di ajang WRC.

Sebelum insiden mengenaskan tersebut terjadi, ketegangan sempat memuncak di area garis finis. Petter Solberg, sang ayah sekaligus juara dunia reli tahun 2003, mengungkapkan bahwa dirinya bahkan sudah dikerumuni oleh dua kru televisi yang bersiap meliput momen selebrasi sejarah baru bapak dan anak sebagai juara dunia. Berdiri di dekat garis akhir, Petter memantau detik-detik krusial ketika putranya unggul 1,9 detik dan berada hanya beberapa ratus meter dari garis finis dengan gelar juara dunia yang sudah berada di depan mata.

Namun, sebuah keputusan teknis sesaat sebelum special stage dimulai mengubah segalanya. Petter Solberg blak-blakan membongkar bahwa tim sempat menaikkan ground clearance mobil reli tersebut setinggi 25 milimeter, yang secara drastis mengubah karakter handling kendaraan. "Ketika Oliver keluar dan berbelok ke kiri di dekat pantai, karakteristik jalannya sedikit berbeda. Sebelum start stage, mereka menaikkan mobil setinggi 25 milimeter dan mobil tidak berperilaku sama," ungkap Petter mengisahkan detik-detik menegangkan sebelum kepulan debu besar terlihat di kejauhan.

Analisis WRC 2026: Perbandingan dengan Ott Tanak yang Dongkrak Mental Elfyn Evans
Baca JugaAnalisis WRC 2026: Perbandingan dengan Ott Tanak yang Dongkrak Mental Elfyn Evans

Seketika melihat kepulan debu tersebut, kepanikan langsung melanda sang ayah. "Saya berlari menuju garis finis ketika melihat gumpalan debu besar membubung di sebelah kiri. Saya hanya berpikir, 'Sial!' Saya melompat-lompat, bukan karena merayakan tetapi karena kekecewaan," kenangnya menggambarkan situasi penuh kepedihan. Begitu tiba di garis akhir, Oliver Solberg langsung meluapkan penyesalannya secara emosional kepada sang ayah tercinta.

ADVERTISEMENT

"Dia berkata kepada saya, 'Maafkan saya, Ayah. Saya ingin kita menjadi ayah dan anak pertama yang sama-sama menjadi juara dunia, tetapi saya gagal.' Saya katakan kepadanya, 'Kamu tidak gagal! Apa yang telah kamu lakukan sungguh luar biasa,'" tutur Petter menirukan percakapan emosional tersebut. Meski musim ini harus berakhir dengan pil pahit, keluarga besar Solberg langsung menatap masa depan dengan keyakinan bahwa pengalaman pahit ini justru akan menempa sang pembalap muda menjadi rival yang jauh lebih berbahaya pada musim balap berikutnya.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU