Formula 1, Sportrik Media – Aturan kualifikasi baru untuk musim Formula One 2026 diperkenalkan melalui revisi struktural untuk menangani grid 22 mobil dan memaksimalkan kompetisi dalam perebutan posisi start.
Musim 2026 akan menjadi salah satu transisi paling substansial dalam sejarah modern Formula 1 karena perubahan besar pada regulasi sport dan teknis, termasuk aturan kualifikasi. Penyesuaian ini terutama didorong oleh perluasan grid menjadi 11 tim, dengan masuknya Cadillac Formula 1 Team debut di F1 2026 dan beralihnya Audi sebagai tim pabrikan F1 2026 menggantikan Sauber.

Format kualifikasi dasar tetap mempertahankan tiga sesi knock-out tradisional yakni Q1, Q2 dan Q3. Namun struktur eliminasi dalam sesi Q1 dan Q2 telah disesuaikan karena adanya dua mobil tambahan. Dalam Q1, enam pembalap dengan catatan waktu terendah akan tersingkir dari pertarungan grid — bukan lima seperti sebelumnya — sebelum enam lagi tersingkir di Q2, menyisakan sepuluh pembalap untuk beradu cepat di Q3 demi pole position.
Durasi masing-masing sesi tetap tidak berubah: Q1 selama 18 menit, Q2 untuk 15 menit, dan Q3 berdurasi 12 menit, sehingga total waktu kualifikasi kurang lebih setara dengan format lama. Pendekatan ini dirancang untuk menjaga kontinuitas kompetitif dan tetap memberikan drama dalam perebutan “pole” meskipun jumlah peserta meningkat.
Penyesuaian eliminasi ini bukan sekadar angka tetapi berimplikasi langsung pada strategi tim dan pembalap. Dengan grid lebih padat, pengaturan waktu lintasan dan pemilihan ban akan menjadi faktor kunci agar pembalap dapat lolos dari Q1 dan Q2. Tim-tim besar seperti Mercedes AMG Petronas F1 Team, Scuderia Ferrari, dan Red Bull Racing harus menimbang strategi yang lebih kompleks untuk memastikan posisi maksimal di Q3, terutama dengan lonjakan jumlah kompetitor.
Selain perubahan kualifikasi, musim 2026 juga membawa revolusi teknis yang lebih luas dengan aturan power unit baru yang menyeimbangkan output mesin pembakaran internal dan tenaga listrik ke angka sekitar 50/50—bagian dari dorongan F1 menuju keberlanjutan. Perubahan tersebut, meskipun teknis, meningkatkan tekanan kompetitif di lintasan yang turut memengaruhi bagaimana tim memaksimalkan performa satu lap selama sesi kualifikasi.
Secara keseluruhan, perubahan aturan kualifikasi F1 2026 mencerminkan upaya FIA untuk menjaga daya saing format kualifikasi klasik dalam konteks grid yang lebih besar dan dinamika kompetisi yang berbeda. Hal ini akan menjadi aspek penting dalam evaluasi awal performa tim dan pebalap di pre-season test Barcelona serta Grand Prix pembuka 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!