Mantan manajer pembalap legendaris, Carlo Pernat, kembali membuat pernyataan yang mengguncang paddock. Dalam podcast terbaru di kanal YouTube GPOne, ia membedah hasil Grand Prix Austria di Red Bull Ring dan menyimpulkan bahwa perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 saat ini hanya melibatkan tiga nama: Marc Marquez, Jorge Martin, dan Marco Bezzecchi. Pernat menyebut absennya sosok seperti Ai Ogura dan Pedro Acosta dari persaingan sebagai kerugian besar bagi para penggemar.
“Spielberg selalu menjadi tanah Ducati,” ujar Pernat mengenang dominasi masa lalu di sirkuit stop-and-go tersebut. “Ducati selalu ada di sana, seolah tidak mungkin untuk melakukan safari di rumah mereka. Tapi hasilnya? Kali ini Aprilia memberi tamparan hebat kepada Ducati, tepat di kandang mereka.” Pernat mengapresiasi kerja keras Aprilia yang berhasil memenangkan Sprint Race, sekaligus mengembalikan Jorge Martin ke puncak klasemen sementara.
Meski demikian, Pernat tidak melupakan momen bersejarah bagi KTM. Pedro Acosta akhirnya meraih kemenangan perdananya di balapan hari Minggu MotoGP, dan itu terjadi di Austria, rumah bagi KTM. “Ini momen sulit bagi Ducati, tapi Pedro Acosta juga memberi tamparan kepada semua orang,” kata Pernat. “Dia pantas mendapatkan semua ini karena dia fenomena, seperti yang selalu kami katakan. Menang di Austria, praktis di rumah KTM, Anda bisa bayangkan artinya.”

Pernat juga mengungkap kabar penting di balik layar KTM. Ia mengklaim bahwa Bajaj telah memutuskan untuk menginvestasikan dana segar tidak hanya untuk produksi, tetapi juga untuk departemen balap. “Saya berbicara langsung dengan Pit Beirer, dia bilang sudah dua tahun mengalami malam tanpa tidur,” ujar Pernat. “Sekarang Bajaj telah menaruh uangnya dan mereka sangat senang. Sayangnya mereka kehilangan Pedro Acosta. Tapi mereka juga harus membenahi departemen balap, menemukan manajer sejati. Ini salah satu dari sedikit tim yang tidak memiliki figur teknis referensi yang jelas.”
Menariknya, KTM disebut telah melakukan langkah elegan dengan mengizinkan Acosta mencoba motor 850cc dalam sesi tes tertutup di Austria, meskipun pembalap muda Spanyol itu akan pindah tim musim depan. “KTM, sebagai bentuk terima kasih kepada Pedro Acosta atas apa yang telah dia lakukan, membiarkannya mencoba 850cc meski tahun depan dia pergi,” ungkap Pernat. “Ini menunjukkan betapa eratnya hubungan mereka. Pedro hampir lahir bersama KTM, di Red Bull Rookies Cup, menempuh seluruh jalannya dengan KTM, dan itu sebabnya sampai akhir dia akan memberikan seluruh hatinya untuk motor ini.”
Pernat lantas membandingkan situasi Acosta dengan Fabio Quartararo dan Yamaha. “Quartararo pada suatu titik muak dan pergi, sementara Pedro tetap di sana. Dia memutuskan untuk pindah tahun depan, menurut saya keputusan yang tepat,” tambahnya. Analisis Pernat ini menyoroti dinamika psikologis dan loyalitas pembalap di era transfer yang semakin pragmatis.
Dengan pernyataan-pernyataan tersebut, Carlo Pernat seolah memberikan peta jalan bagi para penggemar MotoGP: persaingan gelar 2026 adalah pertarungan tiga serangkai yang sengit, sementara cerita di balik layar—investasi Bajaj di KTM, adaptasi motor 850cc, dan hubungan pembalap-tim—akan menjadi faktor penentu di sisa musim. Akankah Marquez, Martin, atau Bezzecchi yang akhirnya mengangkat trofi? Atau mungkinkah Ogura dan Acosta kembali menyeruak? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: paddock tidak akan pernah sepi dari drama.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!