Tim McLaren memberikan peringatan keras kepada kedua pembalap mereka setelah insiden senggolan yang terjadi pada balapan sprint di akhir hari kedua rangkaian Formula 1 Grand Prix Singapura. Insiden tersebut dinilai sangat merugikan tim karena memupus peluang mendulang poin maksimal di tengah persaingan ketat musim ini. Meskipun kedua pembalap berhasil mengamankan tempat di sesi Q3 kualifikasi utama, ketegangan internal tetap mendominasi garasi skuad asal Woking tersebut akibat gesekan di lintasan.
Dalam sesi kualifikasi resmi, Lando Norris sukses mengamankan posisi start kelima, sementara rekan setimnya yakni Oscar Piastri menyusul di tempat ketujuh. Namun, posisi start pembalap asal Australia itu naik satu tingkat ke posisi keenam menyusul penalti grid yang dijatuhkan kepada pembalap lain. Kendati hasil kualifikasi menempatkan mereka di barisan kedua secara berdampingan, sorotan utama paddock tetap tertuju pada kontak fisik yang melibatkan keduanya pada sesi sprint sebelumnya.
Akibat insiden senggolan tersebut, perolehan angka skuad Papaya sangat terganggu karena gagal memaksimalkan potensi poin. Oscar Piastri terpaksa gagal finis akibat kerusakan, sementara Lando Norris hanya mampu mengamankan satu poin tambahan setelah finis di posisi kedelapan. Walaupun pengawas balapan atau stewards memutuskan untuk tidak memberikan sanksi lanjutan selepas investigasi, kemarahan manajemen tim tetap tidak dapat disembunyikan menyusul insiden yang dinilai dapat dihindari tersebut.

Prinsipal Tim McLaren, Andrea Stella, melontarkan kritik tajam kepada para pembalapnya seusai sesi kualifikasi berakhir. Ia menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi ego individu di dalam struktur tim yang sedang berjuang di barisan depan. Andrea Stella menyatakan, "Ini adalah hari yang panjang. Balapan sprint adalah balapan yang memberi kami beberapa poin bagus pada saat kami tidak berada dalam posisi untuk menang. Tetap saja, kami berada dalam posisi untuk mencetak poin bagus. Dan kami melihat dua McLaren melakukan kontak. Pada dasarnya, keluar dari balapan. Lando bisa mencetak satu poin, tetapi tentu saja itu tidak cukup."
Lebih lanjut, pimpinan asal Italia tersebut menekankan bahwa insiden benturan antarrekan setim merupakan hal yang melanggar prinsip dasar tim. "Dan, melihat dua McLaren melakukan kontak seperti itu sama sekali tidak dapat diterima. Ini adalah sesuatu yang akan kami diskusikan dengan para pembalap kami. Kami akan melakukannya secara pribadi. Kami akan menegaskan kembali bahwa kepentingan tim jauh lebih besar daripada kita semua. Tidak ada ego. Tidak ada orang yang lebih besar daripada kepentingan tim Formula 1 McLaren. Ini akan ditegaskan kembali. Saya yakin, seperti biasa, ini akan menjadi percakapan yang akan membuat tim lebih bersatu dan bahkan lebih kuat," pungkasnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!