SPONSORED

Perez Ungkap Nyaris Kecelakaan F1 Baku, Serukan Regulasi

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Perez Ungkap Nyaris Kecelakaan F1 Baku, Serukan Regulasi
TO NEWS OVERVIEW
Sergio Perez has raised safety concerns after Baku © XPB Images

Sergio Perez mengungkapkan bahwa ia nyaris terlibat "benturan hebat" selama Grand Prix Azerbaijan, dan memperingatkan bahwa "sesuatu yang buruk akan terjadi" jika regulasi power unit 2026 tidak segera diubah.

Perez, yang membalap untuk tim Cadillac, mengungkapkan kekhawatirannya setelah balapan di Baku. Ia mengatakan bahwa perbedaan kecepatan penutupan (closing speed) antar mobil sangat berbahaya, terutama saat ia bertahan dari serangan Liam Lawson. "Saya hampir saja mengalami benturan hebat dengan Lawson ketika saya bertahan darinya, karena perbedaan deployment dan tenaga antar mesin terlalu berbahaya," ujarnya.

Regulasi power unit 2026 memang menjadi sorotan. Dengan pembagian 50/50 antara energi listrik dan pembakaran internal, banyak pembalap mengeluh bahwa mobil menjadi sulit dikendalikan dan spektakel balapan menurun. Namun, kekhawatiran akan keselamatan juga semakin besar. Para pembalap telah lama menyuarakan kekhawatiran tentang kecepatan penutupan yang ekstrem akibat energy harvesting yang diperlukan oleh power unit baru ini. Insiden antara Franco Colapinto dan Ollie Bearman di Jepang menjadi contoh nyata.

Gaya Balap Unik Pedro Acosta Jadi Kunci Performa KTM di MotoGP 2026
Baca JugaGaya Balap Unik Pedro Acosta Jadi Kunci Performa KTM di MotoGP 2026

Mulai tahun depan, pembagian daya akan sedikit berubah menjadi 47/42, sebelum akhirnya menjadi 60/40 pada 2028. Namun, Perez menilai perubahan tersebut belum cukup. Ia berharap celah antara power unit Mercedes dan Red Bull Ford dengan tim lainnya dapat dipersempit. "Saya harap mereka bisa menutup celah itu, karena saat ini terasa seperti Mercedes dan Red Bull memiliki mesin yang sangat kuat, dan mereka bisa menyalip di tempat-tempat di mana deployment kami sangat buruk dan berbeda," jelasnya. "Perbedaan kecepatannya terlalu berbahaya."

ADVERTISEMENT

Perez sendiri menggunakan power unit Ferrari yang diperbarui untuk Grand Prix Azerbaijan, tetapi masih belum mampu membawa Cadillac ke Q2 untuk pertama kalinya musim ini. Ia menyelesaikan balapan di posisi ke-14, dan tim masih menanti poin pertama mereka. Rekan setimnya, Valtteri Bottas, tersingkir dari balapan pada dua lap terakhir di Tikungan 15, karena masalah dengan sistem mobilnya yang menjadi "bingung" setelah ia melebar di Tikungan 1 beberapa saat sebelumnya.

Cadillac adalah satu-satunya tim yang belum mencetak poin di grid 2026. Dengan performa yang masih jauh dari kompetitif, tekanan semakin meningkat bagi tim untuk segera beradaptasi dengan regulasi baru. Namun, bagi Perez, masalah utama bukan hanya tentang performa, tetapi juga keselamatan. Ia menyerukan agar perubahan regulasi dilakukan sebelum terjadi sesuatu yang fatal.

"Saya khawatir sesuatu yang buruk akan segera terjadi jika kita tidak membuat perubahan pada regulasi," tegasnya. Pernyataan ini menambah daftar panjang kritik terhadap regulasi 2026, yang dianggap terlalu ambisius dan mengorbankan kualitas balapan. FIA dan pemangku kepentingan lainnya kini berada di bawah tekanan untuk mengevaluasi kembali aturan tersebut demi keselamatan para pembalap.

ADVERTISEMENT

Dengan balapan berikutnya yang semakin dekat, semua mata akan tertuju pada bagaimana pihak berwenang menanggapi kekhawatiran ini. Apakah mereka akan mengabaikan peringatan Perez, ataukah akan mengambil tindakan sebelum terlambat? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi bagi Perez dan pembalap lainnya, waktu terus berjalan.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU