Kecelakaan mengerikan yang menimpa Andrew Price pada ajang World Time Attack akhir pekan lalu akhirnya terungkap penyebabnya. Pembalap asal Australia itu mengalami kegagalan rem saat melaju kencang di Sydney Motorsport Park, yang berujung pada benturan keras ke dinding ban di Tikungan 2.
Insiden terjadi pada sesi Haltech Clubsprint Class, Jumat sore. Mobil Nissan Silvia S13 yang dikemudikan Price, milik Chris, kehilangan kendali setelah pedal remnya mendadak menyentuh lantai. Mobil pun meluncur tak terkendali dan menghantam pembatas ban dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya terlempar ke udara dan mendarat di embankmen rumput.
Price, yang sadar sepanjang kejadian, mengalami fraktur pada sakrum, vertebra lumbal (L1, L2), dan toraks (T1, T2). Ia sempat dirawat di Westmead Hospital selama dua malam sebelum diizinkan pulang pada Minggu pagi.

Pada Senin, Price angkat bicara melalui media sosial untuk meluruskan berbagai spekulasi dan tuduhan dari "analis kursi empuk" yang menilai manuvernya keliru. Ia menegaskan, keputusan mengarahkan mobil ke dinding ban adalah pilihan terbaik dari dua opsi buruk yang ada.
"Saat keluar dari kerb, kami melaju sekitar 230-235 km/jam tergantung seberapa baik akselerasi keluar tikungan," jelas Price. "Begitu saya keluar dari kerb, saya menekan rem untuk pemeriksaan keamanan, dan pedal rem langsung menyentuh lantai. Tidak banyak yang bisa saya lakukan."
Price mengaku langsung menyadari situasi genting itu. Ia mencoba memompa pedal rem, namun sia-sia. "Otak saya langsung berpindah dari mencoba menghentikan mobil ke bagaimana cara keluar dari situasi ini dengan cedera seminimal mungkin," ungkapnya.
Keputusan untuk menabrakkan mobil secara frontal ke dinding ban diambil setelah mempertimbangkan risiko fatal jika mobil membentur dinding secara menyamping. "Dampak samping adalah salah satu hal paling berbahaya yang bisa terjadi pada kendaraan. Jika saya meluncur terkontrol dan menghantam dinding samping pada kecepatan 100-120 km/jam, itu bisa berakibat fatal atau cedera yang jauh lebih parah," tegas Price.
Price memastikan butuh waktu dua hingga tiga minggu sebelum ia bisa mengemudi lagi. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada Chris, pemilik mobil, atas kerusakan parah yang dialami mobil tersebut. Insiden ini menjadi pengingat keras akan risiko ekstrem dalam olahraga time attack, di mana kecepatan tinggi dan presisi menjadi taruhan utama.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!