Pemerintah Italia akhirnya buka suara soal nasib diskon bahan bakar minyak (BBM) yang sempat menggantung selama libur Ferragosto. Dalam rapat kabinet yang hanya berlangsung sekitar 15 menit, keputusan penting diambil: potongan harga untuk solar atau diesel diperpanjang hingga 5 September mendatang. Namun, ada satu hal yang bikin banyak orang mengernyitkan dahi—subsidi untuk bensin jenis premium tidak mendapat perpanjangan sama sekali.
Keputusan ini tentu bukan tanpa alasan. Harga bensin di Italia sudah menembus angka simbolis 2 euro per liter selama beberapa hari terakhir. Kondisi itu membuat pemerintah memilih untuk memprioritaskan diesel yang harganya masih sedikit lebih rendah, meski tetap menyentak kantong masyarakat. Perpanjangan ini hanya mencakup potongan 17 sen per liter, yang diperkirakan menelan biaya hingga 130 juta euro.
Menariknya, sumber pendanaan untuk perpanjangan ini tidak lagi mengandalkan anggaran biasa. Pemerintah justru menerapkan mekanisme baru yang disebut "akonto" pajak, yang membebankan biaya tersebut kepada perusahaan energi besar seperti Eni dan Enel. Kedua raksasa energi yang dikendalikan oleh Kementerian Keuangan ini diprediksi menjadi yang pertama kali dimintai kontribusi, mengingat pendapatan mereka tahun lalu melampaui 20 miliar euro.

Skema ini sebenarnya sederhana: perusahaan-perusahaan tersebut diminta membayar uang muka sebesar 39% dari pajak penghasilan mereka, dan sebagai gantinya mereka akan menerima kredit pajak. Langkah ini diambil setelah pemerintah berdiskusi dengan pihak-pihak terkait, dan menyasar perusahaan yang bergerak di berbagai lini, mulai dari ekstraksi, penyulingan, hingga distribusi dan pemasaran minyak serta gas alam.
Meski begitu, keputusan ini masih menyisakan tanda tanya besar. Perpanjangan yang hanya berlangsung hingga 5 September dianggap terlalu singkat untuk meredam gejolak harga BBM yang terus melambung. Pemerintah sendiri disebut sedang menyiapkan langkah-langkah tambahan yang lebih terarah, seperti subsidi berbasis pendapatan atau bonus bensin yang disalurkan lewat slip gaji. Wacana untuk menggunakan kartu sosial "Dedicata a te" kabarnya sudah dikesampingkan.
Bagi masyarakat Italia, kabar ini mungkin sedikit melegakan, terutama bagi mereka yang mengandalkan kendaraan diesel untuk mobilitas sehari-hari. Namun, dengan harga BBM yang masih tinggi dan ketidakpastian kebijakan ke depan, pertanyaan yang muncul adalah: sampai kapan pemerintah mampu terus menahan gejolak ini? Yang jelas, pemerintah tampaknya akan terus mencari cara untuk menyeimbangkan kebutuhan rakyat dengan kesehatan fiskal negara.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!