MotoGP, Sportrik Media - Juara dunia MotoGP dua kali, Pecco Bagnaia, menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap keputusan Dorna untuk melanjutkan balapan Moto3 di Sirkuit Sepang, Minggu, 26 Oktober 2025, pukul 18:17 WIB, setelah kecelakaan serius melibatkan dua pembalap. Juara dunia Moto3 2025, Jose Antonio Rueda, dan Noah Dettwiler dari Swiss terlibat tabrakan mengerikan saat sighting lap, memaksa keduanya dilarikan ke rumah sakit dengan helikopter.
Insiden terjadi ketika Dettwiler melaju lambat di garis balap dengan motor CIP KTM-nya, diduga akibat masalah teknis, dan Rueda yang melaju kencang menabrak dari belakang. Kedua pembalap mendapat perawatan medis di lintasan sebelum dievakuasi. Rueda dilaporkan mengalami patah tulang dan memar, namun kondisinya stabil, sementara kondisi Dettwiler masih belum jelas. Hal ini menyebabkan penundaan panjang jadwal Grand Prix Malaysia.

Balapan Moto3 akhirnya digelar dengan 10 lap dan dimenangi Taiyo Furusato (Honda Team Asia). Namun, Bagnaia, pembalap Ducati Lenovo, menilai keputusan ini keliru. “Pertama, pikiran saya untuk Rueda dan Dettwiler, yang pasti sedang kesulitan,” ujarnya kepada Sky Italia. “Rueda dilaporkan baik, hanya patah pergelangan dan memar, tapi Dettwiler belum ada kabar resmi. Ini sangat menakutkan. Mulai hari seperti ini bukan cara terbaik, apalagi memaksa anak-anak Moto3 balapan sprint 10 lap setelah kecelakaan seperti itu.”
Bagnaia, yang sebelumnya mengkritik situasi serupa pada GP Italia 2021 usai insiden fatal Jason Dupasquier, menekankan dampak psikologis bagi pembalap muda. Rekan setimnya, Marco Bezzecchi (Aprilia Racing), juga kecewa dengan kurangnya informasi sebelum balapan MotoGP 20 lap. “Sulit fokus setelah kejadian Moto3. Tidak adil kami naik motor tanpa tahu kondisi kedua pembalap yang dievakuasi helikopter,” keluhnya.
Kritik ini memicu diskusi tentang protokol keselamatan MotoGP. Sportrik menganalisis bahwa kejadian ini menyoroti perlunya komunikasi yang lebih baik dan penilaian ulang jadwal, terutama demi kesejahteraan pembalap.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Marco Bezzecchi
Aprilia Racing
|
81 |
|
2
|
|
Jorge Martin
Aprilia Racing
|
77 |
|
3
|
|
Pedro Acosta
Red Bull KTM Factory Racing
|
60 |
|
4
|
|
Fabio Di Giannantonio
Pertamina Enduro VR46 Racing Team
|
50 |
|
5
|
|
Marc Marquez
Ducati Lenovo Team
|
45 |
|
6
|
|
Raul Fernandez
Trackhouse MotoGP Team
|
40 |
|
7
|
|
Ai Ogura
Trackhouse MotoGP Team
|
37 |
|
8
|
|
Alex Marquez
BK8 Gresini Racing MotoGP
|
28 |
|
9
|
|
Francesco Bagnaia
Ducati Lenovo Team
|
25 |
|
10
|
|
Luca Marini
Honda HRC Castrol
|
23 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Aprilia
|
158 |
|
2
|
|
KTM
|
77 |
|
3
|
|
Ducati
|
70 |
|
4
|
|
Honda
|
48 |
|
5
|
|
Yamaha
|
10 |
Baca Juga
Guenther Steiner mengulas risiko dan peran krusial rider MotoGP 2026 setelah pengalaman langsung bersama Tech3 KTM di COTA.
Jorge Martin prediksi Ducati akan kembali kompetitif di Jerez MotoGP 2026 setelah awal musim sulit, soroti dominasi Aprilia dan dinamika klasemen.
Diogo Moreira ungkap tantangan ekstrem MotoGP 2026 bersama LCR Honda, soroti adaptasi fisik dan mental usai debut kuat di tiga seri awal.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!