Keputusan FIA untuk mencoret Rally Arab Saudi dari kalender WRC 2026 menjadi pukulan telak bagi Sami Pajari dan Oliver Solberg. Keduanya masih bersaing ketat dengan rekan setim di Toyota, Elfyn Evans, memperebutkan gelar juara dunia. Kini, dengan satu rally yang hilang, peluang Evans untuk meraih titel pertamanya semakin terbuka lebar.
Rally Arab Saudi yang semula dijadwalkan pada November terpaksa dibatalkan karena situasi keamanan di Timur Tengah yang memburuk. Baik Toyota maupun Hyundai telah lebih dulu mengumumkan bahwa kebijakan perusahaan induk melarang mereka bepergian ke kawasan tersebut. FIA pun memutuskan tidak ada pengganti, sehingga musim WRC akan berakhir di Sardinia pada awal Oktober. Rally Sardinia akan menjadi penutup musim pada 1-4 Oktober.
Dampaknya langsung terasa pada klasemen pembalap. Evans kini memimpin atas Pajari dengan keunggulan 17 poin, dan 21 poin atas Solberg. Dengan hilangnya satu event, peluang Evans untuk mengunci gelar semakin besar. Pajari dan Solberg harus bekerja ekstra keras di Sardinia jika ingin menggagalkan dominasi Evans.

Keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan panjang. WRC Promoter dan FIA sempat menunda pengumuman hingga batas akhir, menyadari bahwa Rally Arab Saudi memiliki nilai finansial besar bagi kejuaraan. Namun, kondisi perang memaksa keputusan tegas harus diambil. "Ini adalah keputusan yang sulit, terutama mengingat kerja keras dan komitmen dari mitra kami di Arab Saudi untuk mempersiapkan event tahun ini. Namun, perkembangan regional yang sedang berlangsung dan tantangan logistik yang diakibatkannya membuat kami harus memberikan kepastian dan kejelasan untuk sisa musim 2026," ujar CEO WRC Promoter, Eric Boullier.
Senada dengan itu, Presiden FIA Mohammed bin-Sulayem menambahkan, "Kami telah bekerja sama erat dengan mitra kami di Arab Saudi, klub anggota kami Saudi Automobile and Motorcycle Federation, WRC Promoter, dan pemangku kepentingan kejuaraan dalam beberapa bulan terakhir untuk mengeksplorasi setiap kemungkinan agar Rally Arab Saudi dapat digelar sesuai rencana. Namun, perkembangan regional yang berkelanjutan berarti elemen WRC dari Rally Arab Saudi tidak akan berjalan tahun ini. Ini bukan keputusan yang mudah, terutama setelah kerja keras semua pihak yang terlibat dalam persiapan event."
Bagi Pajari dan Solberg, ini adalah pukulan moral dan strategis. Keduanya kehilangan satu kesempatan untuk meraih poin maksimal dan menekan Evans. Sebaliknya, Evans kini tinggal menjaga konsistensi di Sardinia. Dengan karakter lintasan gravel yang keras, Sardinia akan menjadi ujian akhir yang menentukan siapa yang layak menyandang gelar juara dunia WRC 2026.
Musim ini telah menyajikan persaingan sengit, dan keputusan ini menambah drama menjelang akhir. Apakah Evans mampu mempertahankan keunggulannya, atau akankah Pajari dan Solberg bangkit di Sardinia? Semua akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!