Elfyn Evans kini berada di ambang gelar juara dunia WRC pertamanya. Keputusan untuk mencoret Rally Saudi Arabia dari kalender 2026 dan ketidakmampuan mencari pengganti membuat musim ini akan berakhir lebih cepat, hanya dalam dua pekan, di Sardinia. Bagi Evans, ini adalah keuntungan besar karena ia hanya perlu satu event untuk mengunci titel, bukan dua.
Sebelumnya, Evans memimpin klasemen dengan keunggulan 17 poin atas Sami Pajari dan 21 poin atas Oliver Solberg. Dengan hanya satu balapan tersisa, tantangan Evans berkurang drastis. Jika ia meraih 19 poin di Sardinia, ia dipastikan menjadi juara dunia baru, terlepas dari hasil rival-rivalnya.
Pajari dan Solberg masih memiliki peluang matematis, dengan 35 poin tersedia. Namun, Pajari belum pernah mencetak lebih dari 13 poin lebih banyak dari Evans dalam satu event musim ini, sementara Solberg pernah mengambil 20 poin dari Evans di Chile tetapi kini tertinggal 21 poin. Kondisi jalan yang lebih baik mungkin menjadi keunggulan mereka, tetapi konsistensi Evans membuatnya sangat sulit dikejar.

Yang pasti, WRC akan memiliki juara dunia baru pada 2026. Sebastien Ogier, juara bertahan, telah tersingkir secara matematis. Ia tertinggal 63 poin dari Evans dan hanya 35 poin tersisa. Dominasi Ogier resmi berakhir, membuka jalan bagi generasi baru.
Di kelas WRC2, Robert Virves telah memastikan gelar juara. Meskipun Teemu Suninen masuk di Sardinia, jarak poin tidak lagi memungkinkan untuk mengejar Virves. Ini adalah pertama kalinya Toyota GR Yaris Rally2 tidak memenangkan kejuaraan Rally2 sejak homologasinya, sebuah pukulan bagi Toyota.
Adrien Fourmaux masih mengejar kemenangan perdananya di WRC. Dengan hanya satu balapan tersisa, Sardinia menjadi kesempatan terakhirnya. Ia akan start kelima dan bersaing dengan Ogier untuk posisi keempat di klasemen. Tekanan bagi Fourmaux sangat tinggi.
Toyota juga harus merelakan rekor kemenangan dalam satu musim. Setelah menyamai Lancia dengan 10 gelar pabrikan dan enam kemenangan beruntun, Toyota tidak bisa lagi menambah kemenangan menjadi 13 karena hanya tersisa satu event. Ini adalah pukulan bagi tim yang mendominasi musim ini.
Dengan segala dinamika ini, final di Sardinia akan menjadi penentu yang dramatis. Evans bisa mengukir sejarah, sementara rival-rivalnya berusaha menggagalkan pesta. Apapun hasilnya, WRC 2026 akan dikenang sebagai musim yang penuh kejutan dan perubahan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!