SPONSORED

Oscar Piastri Ungkap Gaya Balap Andalannya di F1 2025 Jadi Bumerang

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Oscar Piastri Ungkap Gaya Balap Andalannya di F1 2025 Jadi Bumerang
TO NEWS OVERVIEW
Oscar Piastri Ungkap Gaya Balap Andalannya di F1 2025 Jadi Bumerang

Pembalap muda Oscar Piastri secara terbuka mengakui bahwa teknik membalap yang membawanya bertarung dalam perebutan gelar juara dunia Formula 1 musim lalu kini justru berbalik menjadi kelemahan terbesarnya di bawah regulasi teknis terbaru.

Hingga paruh musim ini, pembalap asal Australia tersebut tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan raihan 138 poin dan masih belum merasakan manisnya kemenangan grand prix. Sementara itu, rekan setimnya yang juga juara bertahan, Lando Norris, berada satu strip di atasnya dengan koleksi poin yang jauh lebih masif, yakni 201 angka.

Memasuki rangkaian balapan triple-header di benua Amerika, Piastri mulai merasakan secercah harapan bahwa dirinya perlahan mulai bisa menyatu dengan karakter mobilnya. Menanggapi pernyataan CEO McLaren Zak Brown yang menyebutnya kembali tampil seperti pembalap di masa lalu, ia memberikan penjelasan dalam konferensi pers resmi FIA di Austin.

Lewis Hamilton Ungkap Penyesalan Judi Strategi Kilat GP Singapura 2026
Baca JugaLewis Hamilton Ungkap Penyesalan Judi Strategi Kilat GP Singapura 2026

"Hal itu tentu sempat sulit ditemukan untuk beberapa waktu, tetapi saya merasa triple-header terakhir benar-benar lebih kembali ke tempat yang saya inginkan," ujar Piastri. "Saya jelas masih belum berada di level yang saya inginkan, namun saya kembali berada di kisaran seharusnya. Bukan rahasia lagi bahwa tahun ini sangat menantang dalam hal memahami mobil tahun ini."

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan bahwa sebagian besar proses perbaikan performa ini bukan berasal dari perubahan radikal pada mobil, melainkan dari kerja keras internal untuk mengubah pendekatan gaya membalapnya sendiri. Menurutnya, tidak ada jalan pintas instan untuk mengatasi kendala teknis yang dihadapi tim asal Woking tersebut musim ini.

"Ini adalah kerja keras dalam hal bagaimana saya mengadaptasi diri saya ke mobil, karena hal-hal yang bekerja sangat baik untuk saya di beberapa poin tahun lalu justru menjadi kejatuhan saya di banyak akhir pekan tahun ini," ungkapnya. "Ketika Anda tidak bisa mengandalkan hal-hal yang biasanya ingin Anda andalkan, itu selalu menantang, baik dalam hal adaptasi aktual maupun secara mental."

Situasi pelik ini sejalan dengan pernyataan sebelumnya usai Grand Prix Singapura yang sulit, di mana ia menegaskan bahwa McLaren tidak memiliki jawaban ajaib untuk menyelesaikan masalah musim ini. Prinsipal tim Andrea Stella juga mengonfirmasi bahwa mobil tidak akan mengalami perubahan signifikan yang dapat membantu situasi hingga musim depan tiba.

ADVERTISEMENT

Saat ini, McLaren masih mempertahankan posisi ketiga klasemen konstruktor, hanya unggul tipis tujuh poin dari Red Bull yang terus menempel ketat berkat penampilan impresif Max Verstappen. Tim berlumur warna oranye pepaya ini tentu berharap rival terdekat mereka tersebut kehilangan momentum di Circuit of the Americas.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU