SPONSORED

Carlos Sainz Ragukan Kepastian Seri Penutup F1 2026 di Timur Tengah

Notifikasi
Farhan Ariadi
Farhan Ariadi
0
Carlos Sainz Ragukan Kepastian Seri Penutup F1 2026 di Timur Tengah
TO NEWS OVERVIEW
Carlos Sainz Ragukan Kepastian Seri Penutup F1 2026 di Timur Tengah

Carlos Sainz mengungkapkan keraguannya terkait rencana Formula 1 untuk merampungkan kalender balap musim 2026 dengan menggelar seri penutup di kawasan Timur Tengah. Di tengah situasi geopolitik yang memanas serta konflik yang terus berlanjut di kawasan tersebut, sang pembalap menilai bahwa terlalu dini untuk memberikan kepastian keamanan.

Manajemen Formula 1 bersama badan pengatur motorsport dunia, FIA, bersikeras bahwa dua seri pamungkas musim 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Qatar dan Abu Dhabi pada akhir November hingga awal Desember mendatang tetap dapat berjalan sesuai rencana awal. Meskipun demikian, situasi keamanan di lapangan dilaporkan masih sangat volatil menyusul ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, ditambah dengan dinamika serangan di kawasan sekitar.

Sebagai salah satu direktur Asosiasi Pembalap Grand Prix atau GPDA, Carlos Sainz menyatakan bahwa para pembalap sebenarnya tidak memiliki banyak pilihan selain menaruh kepercayaan penuh kepada para petinggi ajang balap jet darat ini. Menurutnya, pihak eksekutif F1 tentu memiliki akses informasi intelijen dan asesmen keamanan yang jauh lebih komprehensif dibandingkan para peserta di lintasan.

Analisis F1 2026: Isack Hadjar Sebut Max Verstappen Menang GP Singapura Berkat Skill
Baca JugaAnalisis F1 2026: Isack Hadjar Sebut Max Verstappen Menang GP Singapura Berkat Skill

"Mereka tampak sangat yakin bahwa semuanya akan berjalan sesuai rencana," ujar Carlos Sainz menjelang rangkaian balapan akhir pekan di Sirkuit Americas. "Secara pribadi, sangat sulit bagi saya untuk diyakinkan saat ini karena masih banyak peristiwa yang terjadi di Timur Tengah, termasuk dinamika politik global yang bisa berubah dengan sangat cepat."

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, F1 dikabarkan telah menyiapkan skenario darurat atau rencana cadangan dengan menjadikan Sirkuit Imola sebagai opsi alternatif venue balapan penutup musim jika situasi di Timur Tengah kian memburuk. Meski demikian, para petinggi kejuaraan sejauh ini masih teguh pada pendirian mereka untuk memprioritaskan penyelenggaraan di Qatar dan Abu Dhabi berdasarkan jaminan keamanan yang telah diterima dari para pemangku kepentingan terkait.

Carlos Sainz di paddock Formula 1
Carlos Sainz menilai situasi global masih terlalu dinamis untuk memastikan akhir musim di Timur Tengah.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU