Oscar Piastri berhasil mengamankan posisi lima besar setelah melakukan manuver krusial melewati Lewis Hamilton pada lap pemungkas di Sirkuit Marina Bay. Meski sukses melakukan penyelamatan gemilang di akhir lomba, pembalap asal Australia itu memilih untuk tidak terlalu berlebihan merayakan hasil tersebut karena menyadari batas kecepatan mobilnya.
Perjuangan pembalap McLaren ini diwarnai berbagai drama sepanjang akhir pekan, termasuk masalah pit stop lambat pada paruh pertama lomba. Keadaan semakin rumit ketika tim mendeteksi adanya kebocoran ban lambat pada kompon depan-kanan kendaraannya, yang memaksa skuad melakukan pit stop ekstra pada Lap 42 untuk mengganti ban baru.
Kendati sempat kehilangan banyak waktu di garasi, pemuda asal Melbourne tersebut mampu bangkit memanfaatkan keausan ban pesaingnya pada fase akhir balapan. Aksi overtake dramatis di lap terakhir atas peraih tujuh gelar juara dunia menjadi hiburan tersendiri di tengah akhir pekan yang berjalan cukup berat bagi garasinya.

"Maksud saya ini untuk perebutan posisi kelima. Jadi ada batas untuk kegembiraan tersebut. Namun tentu saja itu membuat akhirnya jauh lebih menarik. Yang mana itu cukup menyenangkan," ujar sang pembalap kepada Sky Sports F1 mengenai aksi susul-menyusulnya di ujung lomba.
Lebih lanjut, ia mengakui bahwa kecepatan paket MCL36 masih belum mampu mengimbangi dominasi barisan depan yang dikuasai oleh Max Verstappen dan Charles Leclerc. Selain itu, kecepatan mereka juga tertinggal satu langkah dari para rival di atas podium utama, membuat target kemenangan terasa sangat jauh dari jangkauan.
Hasil ini memperpanjang catatan negatif tanpa podium menjadi 13 balapan berturut-turut, rekor terburuk sejak awal karier profesionalnya di ajang premier. Saat ini, ia masih tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara kejuaraan dunia pembalap dengan mengoleksi 138 poin.
Sementara itu, rekan setimnya yakni Lando Norris juga mengalami hari yang kurang memuaskan setelah finis di posisi keempat. Sang juara bertahan mengakui telah melakukan kesalahan pengambilan keputusan saat mencoba bermanuver melewati mobil pesaing, yang justru membuka celah bagi pembalap lain untuk melesat ke depan.
Menanggapi situasi paceklik kemenangan ini, manajemen tim mengakui bahwa peluang untuk memangkas jarak ketertinggalan poin dari tim rival sangat bergantung pada kehadiran komponen upgrade baru yang belum akan datang dalam waktu dekat.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!