Gelar juara dunia World Rally Championship berada di depan mata Oliver Solberg sebelum sebuah insiden dramatis di pengujung Rally Sardinia mengubah segalanya. Memulai hari dengan defisit 21 poin dari sang pemuncak klasemen, pereli muda asal Swedia ini tahu bahwa dirinya butuh keajaiban sekaligus kecepatan maksimal di etape penutup.
Pertarungan gelar mengerucut pada catatan waktu di etape pemungkas antara dua kandidat utama. Elfyn Evans yang turun lebih dulu menuntaskan tugasnya, meski ia sendiri merasa ragu apakah catatan waktunya sudah cukup aman untuk mengamankan titel musim ini dari ancaman rival-rivalnya.
Keraguan tersebut terbukti beralasan ketika split time awal menunjukkan Solberg melaju kencang dan berada di jalur yang tepat untuk merengkuh gelar juara dunia dengan keunggulan tipis. Segala rencana berjalan mulus saat ia menaklukkan sektor-sektor sulit, hingga petaka benar-benar datang menjelang garis finis.

Sebuah gundukan kerikil di luar lintasan secara tak terduga menjebak mobilnya di dua tikungan terakhir. Solberg memang mampu melanjutkan perjalanan, namun waktu yang terbuang telanjur masif dan seketika meruntuhkan impian juaranya, meski ia tetap keluar sebagai pemenang seri penutup tersebut.
"Dua tikungan lagi... Pertama-tama, selamat untuk Elfyn. Ia pantas mendapatkannya karena konsistensinya sepanjang musim ini," ungkap sang pereli muda dengan nada getir usai insiden menegangkan yang menutup perjuangan habis-habisannya di tanah Sardinia.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!