Tragedi kembali menghantam garasi Team Lotus pada musim 1970 ketika dunia balap kehilangan sosok ikonik Jochen Rindt di Monza. Di tengah situasi berkabung yang mendalam, seorang pemuda asal Brasil bernama Emerson Fittipaldi yang baru berusia 23 tahun harus menghadapi kenyataan pahit untuk segera naik kelas menjadi ujung tombak utama skuad asal Norfolk tersebut.
Sebelum petaka di Italia terjadi, Fittipaldi sempat menikmati sarapan pagi bersama Rindt yang saat itu memimpin klasemen kejuaraan. Pertemuan santai itu berlanjut dengan tawaran tampil di ajang Formula 2, sebelum akhirnya sang maestro berpulang hanya beberapa jam kemudian dalam insiden kualifikasi yang merenggut nyawanya.
Kepergian Rindt serta keputusan John Miles untuk meninggalkan tim membuat Fittipaldi mendadak diplot sebagai pembalap utama di bawah komando sang pendiri brilian, Colin Chapman. Beban mental langsung menghujam pundak sang debutan yang merasa belum memiliki pengalaman memadai untuk memimpin tim juara dunia konstruktor tersebut.

Namun, dukungan penuh dari Chapman terbukti menjadi kunci kebangkitan mental Fittipaldi dalam mengelola tekanan luar biasa di panggung tertinggi Formula 1. Respons instan ditunjukkan pada balapan berikutnya di Watkins Glen, di mana ia sukses meraih kemenangan perdana sekaligus mengunci gelar juara dunia konstruktor untuk Lotus dan memastikan mahkota anumerta bagi Rindt.
Kisah perjalanan karier Fittipaldi bersama Lotus kemudian menjelma menjadi salah satu babak paling legendaris dalam sejarah motorsport modern. Mengenang masa-masa kelam itu, ia turut menyoroti betapa terpukulnya Chapman secara emosional setelah kehilangan dua pembalap terhebatnya, yakni Jim Clark pada 1968 dan kemudian Jochen Rindt.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!