Lando Norris dari McLaren meraih kemenangan dramatis di Grand Prix Hungaria, mengalahkan rekan setimnya Oscar Piastri dengan selisih 0,6 detik untuk mencatatkan kemenangan ke-200 McLaren di Formula 1. Norris mengaku “mati kelelahan” setelah berjuang mempertahankan posisi melawan Piastri. Analisis SPORTRIK mengupas pertarungan sengit dan strategi kunci di balik kemenangan ini.
Duel Ketat Norris vs. Piastri
Setelah start buruk yang menempatkannya di posisi kelima, Norris beralih ke strategi satu pit stop, masuk pit pada lap 31. Sementara itu, Piastri menggunakan strategi dua pit stop konvensional, dengan pit stop terakhir pada lap 46. Piastri dengan cepat menyalip Charles Leclerc dari Ferrari untuk menempati posisi kedua, meninggalkan 19 lap untuk mengejar ketertinggalan 8,9 detik dari Norris, yang menggunakan ban lebih lama. Meski ban Piastri lebih baru, ia gagal menyalip Norris, tertinggal 0,6 detik di garis finis.

“Saya mati kelelahan,” ujar Norris usai balapan. “Kami tidak merencanakan strategi satu pit stop, tetapi setelah lap pertama, itu satu-satunya cara untuk kembali bersaing. Menahan Oscar sangat sulit, saya mendorong habis-habisan hingga suara saya serak, tapi hasilnya sempurna,” tambahnya, menurut wawancara pasca-balapan.
Strategi dan Kemenangan Bersejarah McLaren
Kemenangan ini menandai kemenangan grand prix ke-200 McLaren, menjadikan mereka tim kedua dalam sejarah F1 yang mencapai tonggak ini. Norris menjelaskan bahwa meskipun ia kesulitan menyalip George Russell dari Mercedes di awal balapan, kecepatan mobilnya di udara bersih memungkinkan strategi satu pit stop berhasil.
“Saya tahu kecepatan kami bagus, tapi ini taruhan besar karena membutuhkan lap sempurna tanpa kesalahan,” kata Norris. “Pertarungan dengan Oscar menyenangkan, dan kemenangan ke-200 ini luar biasa.”
Implikasi Kejuaraan
Kemenangan ini memangkas jarak poin Norris dengan Piastri, pemimpin klasemen, menjadi hanya sembilan poin menjelang jeda musim panas. “Persaingan sangat ketat, tidak ada yang unggul secara momentum, tapi kami berjuang keras,” ujar Norris. Sementara itu, Leclerc, yang finis keempat setelah penalti lima detik karena manuver bertahan yang berlebihan, kehilangan peluang podium. Max Verstappen dari Red Bull juga menghadapi penyelidikan steward atas insiden dengan Lewis Hamilton. “Kemenangan ini memperkuat posisi McLaren sebagai penantang gelar,” menurut analisis SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Kimi Antonelli
Mercedes
|
219 |
|
2
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
169 |
|
3
|
|
George Russell
Mercedes
|
160 |
|
4
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
138 |
|
5
|
|
Lando Norris
McLaren
|
128 |
|
6
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
109 |
|
7
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
92 |
|
8
|
|
Isack Hadjar
Red Bull
|
68 |
|
9
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
43 |
|
10
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
42 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
379 |
|
2
|
|
Ferrari
|
307 |
|
3
|
|
McLaren
|
220 |
|
4
|
|
Red Bull
|
177 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
66 |
|
6
|
|
Alpine F1 Team
|
61 |
|
7
|
|
Haas F1 Team
|
21 |
|
8
|
|
Audi
|
12 |
|
9
|
|
Williams
|
11 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
1 |
Baca Juga
Cadillac membantah rumor kepindahan Sergio Perez ke Williams. Bos tim Marcin Budkowski memuji performa Perez dan menegaskan komitmennya pada tim debutan F1 2026.
Graeme Lowdon dipecat Cadillac F1 setelah 11 balapan tanpa poin, senasib Christian Horner. Marcin Budkowski ditunjuk sebagai pengganti.
Cadillac Racing memecat Team Principal Graeme Lowdon setelah gagal mencetak poin di 11 balapan F1 2026. Marcin Budkowski ditunjuk sebagai pengganti.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!