Juara dunia World Superbike Nicolo Bulega mengungkapkan bahwa dirinya sempat memiliki opsi yang sangat nyata untuk bergabung dengan pabrikan KTM di ajang MotoGP pada musim 2027 mendatang, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk menandatangani kontrak resmi bersama skuad VR46.
Pembalap asal Italia tersebut sebelumnya telah bergabung dengan program pengujian MotoGP milik Ducati untuk tahun 2026. Peran utamanya adalah membantu memimpin pengembangan motor bermesin 850cc baru serta memanfaatkan pengalamannya yang mendalam terhadap karakteristik ban Pirelli di lintasan balap.
Langkah tersebut sempat dipandang sebagai jalan mulus menuju kursi utama di kelas premier MotoGP bersama keluarga besar pabrikan Borgo Panigale untuk musim 2027. Kendati demikian, dalam dinamika bursa transfer pembalap yang sangat kompetitif pada suatu fase, ia sempat berada di ambang ketidakpastian posisi.

Sebelum menjatuhkan pilihan akhirnya, Bulega juga sempat dikaitkan dengan potensi kepindahan ke skuad satelit Trackhouse Racing Aprilia serta ketertarikan nyata dari kubu Mattighofen. Ia mengakui bahwa negosiasi berjalan cukup dinamis seiring pergerakan para pembalap papan atas.
Dalam wawancaranya bersama GPOne, Bulega menjelaskan situasi pelik tersebut. Ia menyebutkan bahwa opsi paling konkret yang ia miliki pada satu titik adalah bersama KTM, sementara peluang merapat ke Aprilia tergolong lebih kecil.
"Kami harus menunggu para pembalap paling penting, mereka yang berada di pusat bursa transfer, untuk membuat langkah mereka," ujar Bulega.
"Kemungkinan untuk bergabung dengan KTM memang ada, dan itu mungkin yang paling konkrit. Manajer saya telah bertemu dengan beberapa eksekutif."
"Ada juga kemungkinan, mungkin lebih terbatas, dengan Aprilia."
Meskipun mendapat tawaran menarik dari pabrikan lain, hasrat utamanya tetap bersandar pada pabrikan yang telah membesarkan namanya dalam beberapa musim terakhir di kejuaraan produksi massal dunia. Loyalitas tersebut akhirnya terbayar lunas melalui kesepakatan kontrak baru.
"Namun, saya selalu mengatakan bahwa saya ingin terus bersama Ducati," tambahnya.
"Saya tiba pada tahun 2022, kami mulai di Supersport dan kemudian mereka memberi saya kesempatan membalap langsung di Superbike bersama tim pabrikan."
"Kami memenangkan banyak balapan dan tahun ini kejuaraan dunia tiba - ceri di atas kue. Melanjutkan bersama Ducati adalah keinginan terbesar saya dan pada akhirnya kami mencapainya. Sekarang tantangan baru dimulai."
Menatap musim depan, ia dipastikan akan bertandem dengan Fermin Aldeguer di garasi VR46 Ducati. Sejumlah rival bahkan telah mulai mewaspadainya sebagai ancaman serius pada seri-seri awal MotoGP 2027 berkat pemahaman mendalamnya terhadap regulasi mesin baru dan ban.
Sebelum resmi menanggalkan statusnya di kejuaraan Superbike, pembalap andalan ini akan menjalani penampilan pamungkasnya bersama Ducati akhir pekan ini di Sirkuit Jerez, menutup babak manis sebelum menyongsong petualangan baru di kelas para raja.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!