Formula 1, Sportrik Media - Ayrton Senna akan kembali menjadi sorotan setelah mobil debutnya di Formula 1, Toleman TG183B musim 1984, dijadwalkan dilelang dalam acara prestisius di Monaco bulan depan.
Mobil dengan sasis TG183B-05 tersebut akan dilepas melalui rumah lelang RM Sotheby’s dengan estimasi nilai antara €2,8 juta hingga €3,8 juta. Angka ini mencerminkan nilai historis tinggi dari mobil yang menjadi titik awal karier salah satu legenda terbesar dalam sejarah Formula 1.
Ayrton Senna menggunakan mobil ini dalam empat balapan awal musim 1984, termasuk debut grand prix di Rio de Janeiro serta pencapaian poin pertamanya melalui finis posisi keenam di Kyalami. Hasil tersebut menjadi awal dari total 614 poin sepanjang kariernya di Formula 1.

Mobil ini akan dilelang pada 25 April di Grimaldi Forum, Monaco, bertepatan dengan penyelenggaraan Grand Prix de Monaco Historique. Momen ini diperkirakan akan menarik perhatian kolektor global mengingat signifikansi sejarah kendaraan tersebut.
Karier Formula 1 Senna dimulai dalam kondisi yang tidak sepenuhnya ideal. Meski mendominasi British Formula 3 1983 dan mendapatkan kesempatan uji coba dengan tim besar seperti McLaren, Williams, dan Brabham, ia tidak langsung mendapatkan kursi balap penuh.
Kesempatan tersebut datang dari Toleman, tim yang tengah berkembang dari Formula 2 ke Formula 1. Pada awal musim 1984, Senna dan rekan setimnya Johnny Cecotto menggunakan versi pengembangan TG183B sebelum model TG184 siap digunakan.
Mobil TG183B-05 dirancang oleh Rory Byrne bersama John Gentry, dengan karakteristik teknis khas seperti radiator yang dipasang di sayap depan serta konfigurasi sayap belakang ganda. Mesin yang digunakan adalah Hart 415T 1.5 liter turbo empat silinder dengan dukungan turbocharger Holset.
Debut Senna di Interlagos berakhir lebih cepat akibat kegagalan turbocharger pada lap kedelapan. Namun, performanya di Kyalami menunjukkan potensi besar, di mana ia mampu finis keenam meski memulai dari posisi ke-13 dan mengalami kerusakan sayap depan di awal balapan.
Ia juga mencatat hasil kuat di Belgia dengan finis ketujuh di Zolder, yang kemudian dikoreksi menjadi posisi keenam setelah diskualifikasi tim Tyrrell akibat pelanggaran regulasi teknis sepanjang musim.
Penampilan terakhir sasis ini terjadi di Imola dalam kondisi yang kompleks. Konflik antara Toleman dan pemasok ban Pirelli mencapai titik kritis, memaksa tim menghentikan partisipasi pada sesi latihan setelah kontrak dibatalkan.
Dengan nilai historis, teknis, dan simbolis yang tinggi, mobil ini merepresentasikan fase awal perjalanan Ayrton Senna menuju status legenda Formula 1. Lelang di Monaco tidak hanya menjadi transaksi koleksi, tetapi juga refleksi atas warisan teknis dan kompetitif yang ia tinggalkan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!