Tim Formula 1 Aston Martin baru saja mengumumkan langkah besar di luar sirkuit. Miliarder asal Amerika Serikat, Robert Wood Johnson, resmi memegang saham minoritas tim asal Silverstone tersebut. Pria yang akrab disapa Woody ini juga langsung ditempatkan sebagai wakil ketua dewan direksi.
Johnson bukan nama asing di dunia olahraga dan politik. Pewaris kerajaan farmasi Johnson & Johnson ini adalah pemilik klub NFL New York Jets. Tahun lalu, ia juga mengakuisisi saham besar di klub sepak bola Inggris, Crystal Palace. Selain itu, pada periode 2017-2021, ia sempat menjabat sebagai duta besar AS untuk Inggris di bawah pemerintahan Donald Trump.
Keputusan ini diambil oleh pemilik mayoritas Aston Martin, Lawrence Stroll, dengan tujuan mempercepat pertumbuhan komersial tim di pasar Amerika Serikat. Pasar AS memang semakin penting bagi F1, terutama dengan hadirnya Grand Prix Miami dan Austin. Tim menegaskan bahwa Johnson tidak akan terlibat dalam manajemen harian tim.

“Selama saya menjabat sebagai Duta Besar AS untuk Inggris, saya mengembangkan apresiasi yang mendalam terhadap sejarah kaya Aston Martin, serta visi strategis dan jiwa kewirausahaan Lawrence Stroll,” ujar Johnson dalam pernyataan resmi. “Saya sangat antusias untuk bermitra dengannya dan berkontribusi pada pengembangan tim, dengan ambisi membangun organisasi yang mampu bersaing di level tertinggi olahraga ini.”
Johnson juga menekankan komitmen bersama untuk memperluas basis penggemar di Amerika Serikat. “Kami juga berbagi komitmen untuk menumbuhkan basis penggemar di Amerika Serikat dan memperkenalkan lebih banyak penggemar pada keseruan Formula 1,” tambahnya.
Lawrence Stroll menyambut baik kedatangan Johnson. “Saya sangat senang menyambut Woody di keluarga Aston Martin. Pengalaman, semangat, dan investasinya semakin memperkuat posisi kami saat memasuki fase berikutnya dari perjalanan kompetitif kami,” kata Stroll. “Apresiasinya yang mendalam terhadap merek kami, dikombinasikan dengan komitmennya terhadap inovasi dan peluang komersial, menjadikannya mitra yang ideal saat kami melihat ke masa depan.”
Langkah ini menarik karena dilakukan saat Aston Martin sedang dalam masa transisi. Tim yang bermarkas di Silverstone ini tengah membangun fasilitas baru dan merekrut sejumlah talenta top, termasuk Adrian Newey yang akan bergabung sebagai partner teknis. Kehadiran Johnson diharapkan bisa membuka pintu lebih lebar bagi sponsor dan kemitraan baru dari Amerika Serikat.
Dengan masuknya Johnson, Aston Martin semakin menunjukkan ambisinya untuk menjadi kekuatan utama di F1, baik di dalam maupun di luar lintasan. Kombinasi investasi, pengalaman bisnis, dan koneksi politik yang luas bisa menjadi senjata ampuh bagi tim yang bermimpi merebut gelar juara dunia.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!