SPONSORED

Max Verstappen Kecam Kekacauan Start GP Bahrain di Malaysia

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Max Verstappen Kecam Kekacauan Start GP Bahrain di Malaysia
TO NEWS OVERVIEW
© Red Bull Content Pool

Formula 1 dihadapkan pada evaluasi besar setelah akhir pekan balapan yang dipenuhi drama di Sepang. Max Verstappen memimpin kritik keras dari para pembalap terhadap kekacauan prosedur start yang mengalami penundaan panjang pada balapan akhir pekan ini. Hari Minggu sebelumnya sudah dibuka dengan ketegangan akibat badai tropis lebat yang memaksa penundaan awal, sebelum akhirnya berubah menjadi situasi surealis ketika serangkaian masalah teknis melanda sejumlah mobil peserta saat menjalani lap formasi.

Kondisi lintasan basah di bawah regulasi mesin baru tahun 2026 ini menciptakan tantangan belum pernah terjadi sebelumnya. Max Verstappen bersama Lewis Hamilton terlihat merayap lambat di lintasan akibat gangguan power unit yang melumpuhkan kendali mobil mereka. Beberapa kendaraan mendadak terhenti total, memaksa penyelenggara menunda prosedur start hingga satu jam 40 menit dari jadwal semula demi mengatasi masalah perangkat lunak yang krusial.

“Itu adalah masalah yang kita miliki. Anda tahu, mesin-mesin ini sangat rumit dan banyak perangkat lunak yang diterapkan,” ujar Max Verstappen mengomentari insiden yang pertama kali memicu kekacauan tersebut. Pembalap asal Belanda itu menambahkan bahwa mobil Red Bull RB22 miliknya sempat kehilangan kecepatan drastis di putaran pemanasan sebelum sistem perangkat lunak melakukan penyesuaian ulang.

Kegagalan Mesin Pupus Asa Juara George Russell di F1
Baca JugaKegagalan Mesin Pupus Asa Juara George Russell di F1
© Red Bull Content Pool

Situasi pelik juga dialami oleh Lewis Hamilton yang harus menghentikan mobil Ferrari miliknya di trek lurus utama demi melakukan restart darurat. Juara dunia tujuh kali itu bahkan berkelakar bahwa kejadian tersebut terasa seperti balapan mainan LEGO, mengingat ia tidak pernah mengalami masalah serupa sepanjang karier panjangnya di ajang jet darat ini. Di sisi lain, pemimpin klasemen Andrea Kimi Antonelli mendeskripsikan momen lap formasi tersebut sebagai sesuatu yang sangat tidak masuk akal ketika para pembalap berjajar hingga lima mobil sejajar di trek lurus.

ADVERTISEMENT

Menanggapi insiden tersebut, Federasi Automotif Internasional (FIA) mengonfirmasi bahwa tim-tim peserta harus menerima pembaruan perangkat lunak untuk melakukan penyesuaian penting pada power unit sebelum balapan akhirnya dimulai. Sejumlah pembalap senior seperti Carlos Sainz mendesak agar F1 melakukan evaluasi menyeluruh terhadap regulasi mesin yang dinilai terlalu rumit dan terlalu bergantung pada kontrol elektronik modern yang rentan.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU