WorldSBK, Sportrik Media - Miguel Oliveira mengakui tidak bisa berharap lebih dari posisi luar 10 besar pada fase awal adaptasinya di Kejuaraan Dunia Superbike 2026 setelah menyelesaikan hari pertama tes Phillip Island di posisi ke-11.
Pebalap asal Portugal itu mencatatkan waktu 1,2 detik lebih lambat dari pemuncak waktu Nicolo Bulega dalam tes 16 Januari di sirkuit Australia tersebut. Oliveira memasuki WorldSBK musim ini setelah enam tahun berkarier di MotoGP bersama KTM, dengan total lima kemenangan grand prix. Transisi ke kejuaraan berbasis motor produksi sempat diprediksi membuka peluang kebangkitan, menyusul tiga musim terakhir tanpa kemenangan di kelas premier.
Namun realitas pramusim menunjukkan proses adaptasi masih dalam tahap awal. Dua tes Januari sebelumnya terganggu hujan, termasuk sesi di Portimao yang bahkan mendorong BMW Motorrad memindahkan seluruh timnya ke Valencia untuk sesi track day alternatif. Minimnya waktu lintasan membuat Oliveira menilai posisi ke-11 saat ini mencerminkan situasi sebenarnya.

“Apa yang bisa saya harapkan tanpa pramusim yang memadai?” ujar Oliveira dalam wawancara resmi WorldSBK.com.
“Saya butuh lebih banyak pengalaman dan lebih banyak lap, itu pasti. Jalan kami menanjak, dan selama kami terus membuat kemajuan serta memahami apa yang terjadi di bawah saya, itu yang paling penting. Saat ini kami melakukan itu dan berusaha sebaik mungkin siap untuk akhir pekan balapan.”
Secara umum, Oliveira mengaku puas dengan hari kering penuh pertamanya sejak mencoba motor WorldSBK pada November lalu. Ia menyelesaikan tes di depan rekan setimnya Danilo Petrucci, dengan fokus utama pada penyesuaian gaya berkendara dan perubahan set-up dasar demi meningkatkan kenyamanan di atas motor.
“Kami mencoba menyesuaikan gaya balap dan melakukan beberapa perubahan set-up agar saya merasa lebih nyaman. Itu yang bisa kami capai dalam satu hari, terus beradaptasi dan membangun fondasi,” tambahnya.
Dengan musim 2026 segera dimulai, tantangan Oliveira bukan sekadar mengejar catatan waktu, melainkan mempercepat kurva pembelajaran dalam kompetisi yang sangat kompetitif. Hasil di Phillip Island menjadi indikasi bahwa proses transisi masih berlangsung, dan konsistensi pada fase awal musim akan menjadi kunci bagi upaya membangun momentum jangka panjang.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!