Kimi Antonelli kembali mengalami start buruk dalam sprint race F1 Miami 2026, dengan Mercedes secara terbuka mengakui bahwa masalah tersebut berasal dari sisi tim. Prinsipal Toto Wolff menegaskan bahwa insiden tersebut bukan kesalahan pembalap, melainkan akibat gangguan teknis dalam sistem start.
Memulai dari posisi kedua, Antonelli kehilangan beberapa posisi sejak lampu padam—situasi yang telah berulang sepanjang musim 2026. Meski berhasil memulihkan sebagian posisi di lintasan, termasuk melewati George Russell, hasil akhirnya tetap terpengaruh oleh penalti dan kehilangan momentum awal yang krusial.
Dari sisi teknis, Wolff mengindikasikan adanya “glitch” dalam sistem yang mengatur prosedur start, kemungkinan terkait sinkronisasi antara clutch engagement dan power delivery. Dalam era regulasi modern, detail kecil pada fase start memiliki dampak besar terhadap posisi awal, terutama di grid yang sangat kompetitif.

"Itu bukan kesalahan Kimi. Ada gangguan dari sisi kami, dan dengan start seperti itu, sangat sulit untuk mempertahankan posisi."
Antonelli sendiri menegaskan bahwa prosedur dari sisi pembalap telah dijalankan dengan benar, menandakan bahwa akar masalah berada pada aspek mekanis atau elektronik mobil. Ia juga mengakui bahwa frustrasi akibat kehilangan posisi awal berdampak pada performanya selama balapan, termasuk kesalahan yang berujung penalti track limits.
"Untuk pertama kalinya, saya melakukan semua prosedur dengan benar. Kami harus mengecek apa yang terjadi, karena grip juga lebih rendah dari yang kami perkirakan."
Kondisi ini menunjukkan bahwa Mercedes masih menghadapi tantangan dalam konsistensi operasional, terutama menjelang paket upgrade besar yang dijadwalkan hadir di Kanada. Sinkronisasi antara pengembangan teknis dan eksekusi di lintasan menjadi faktor krusial dalam menjaga performa di level teratas.
Dengan tekanan dari rival yang semakin meningkat, Mercedes kini dituntut untuk segera menyelesaikan masalah fundamental ini. Keberhasilan memperbaiki aspek start akan menjadi kunci dalam mempertahankan posisi di klasemen, terutama memasuki fase berikutnya musim 2026 yang semakin kompetitif.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!