Pembalap Lando Norris mengakui bahwa kelemahan McLaren pada kecepatan rendah membuatnya "jauh dari kata cukup" untuk bersaing meraih kemenangan di sprint race GP Belanda di Zandvoort. Padahal, upgrade terbaru MCL40 yang fokus pada bagian belakang mobil, termasuk sayap belakang baru, sempat menunjukkan progres menjanjikan pada sesi kualifikasi sprint.
Norris start dari posisi kedua, hanya terpaut kurang dari sepersepuluh detik dari George Russell yang merebut pole sprint. Namun, saat balapan sprint 24 lap dimulai, Norris justru langsung tertekan oleh Charles Leclerc yang memulai dengan ban lunak. Leclerc tidak menunjukkan tanda-tanda ban aus, malah semakin mendekat dan berhasil menyalip Norris di awal lap 18.
Keunggulan McLaren dalam pengelolaan ban belakang yang biasanya menjadi andalan, justru menjadi titik lemah kali ini. Manajer tim Andrea Stella menyebut degradasi ban belakang yang parah dan performa lambat di tikungan kecepatan rendah sebagai penyebab utama. "Kami kehilangan performa karena degradasi ban belakang," ujarnya. "Kami perlu mencari tahu kenapa degradasinya begitu besar, mungkin terkait set-up mobil dan gaya balap."

Norris mengaku frustrasi dengan ketidakmampuannya mengejar Russell dan Leclerc. "Saya tidak punya kecepatan, terutama di tikungan lambat," katanya. "Kami kesulitan sekali dibanding yang lain. Mobil sangat bagus di kecepatan tinggi, tapi di kecepatan rendah tidak cukup baik. Kami tidak bisa memaksakan diri di kecepatan tinggi saat balapan, jadi tidak bisa mengoptimalkan keunggulan kami."
Menariknya, Norris tidak terkejut dengan masalah ini. "Kami tahu di Budapest kami sangat bagus di tikungan cepat dan buruk di tikungan lambat, tapi kami tetap menang. Di sini lebih banyak tikungan sangat lambat. Jadi tidak, saya tidak terkepta sama sekali. Ini persis seperti yang kami prediksi," tambahnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!