McLaren meraih kemenangan 1-2 di Grand Prix Hungaria. Strategi berbeda antara Lando Norris dan Oscar Piastri jadi kunci. Analisis mendalam ini merangkum penjelasan Andrea Stella tentang keputusan strategis tersebut. Norris menang dengan satu pit stop, sementara Piastri finis kedua. Persaingan kejuaraan kini semakin ketat.
Norris start dari posisi ketiga, namun jatuh ke kelima setelah lap pertama. Ia terhambat oleh George Russell dari Mercedes. Sementara itu, Piastri start kedua dan mengejar Charles Leclerc dari Ferrari. McLaren memilih dua pit stop untuk Piastri. Pit stop pertama dilakukan pada lap 18 untuk undercut Leclerc, tapi gagal. Pit stop kedua pada lap 46 memberi Piastri ban baru. Ia melewati Leclerc pada lap 51.

Sebaliknya, Norris beralih ke satu pit stop pada lap 31. Ia harus menjalani 39 lap dengan ban keras. Meski sulit, Norris menjaga kecepatan. Piastri mengejar dengan jarak 8,9 detik, tetapi hanya tertinggal 0,698 detik di garis finis. Norris menang karena udara bersih dan manajemen ban yang baik.
Andrea Stella, prinsipal McLaren, menjelaskan strategi awal tim adalah dua pit stop. “Kami kira satu pit stop tidak mungkin,” katanya kepada media. Untuk Piastri, tim fokus pada undercut Leclerc di pit stop pertama. Strategi ini berhasil saat Piastri melewati Leclerc. Namun, Norris menunjukkan potensi satu pit stop. “Lando mencatat waktu putaran kuat dengan ban aus,” ujar Stella. Oleh karena itu, tim memilih strategi satu pit stop untuk Norris. Ini terbukti sukses.
Stella menegaskan tim ingin adil. “Kami tidak ingin mengorbankan Oscar dengan strategi yang tidak optimal,” katanya. Akibatnya, Piastri tetap pada dua pit stop. Keputusan ini menjaga persaingan sehat antara kedua pembalap.
Kemenangan Norris memangkas keunggulan Piastri di klasemen pembalap dari 16 menjadi 9 poin. McLaren unggul jauh di klasemen konstruktor. Mereka meraih tujuh finis 1-2 musim ini. Persaingan Norris dan Piastri sangat ketat. Pada lap 69, mereka nyaris bersentuhan. Stella memuji sportivitas keduanya. “Balapan keras tapi adil,” katanya. Sementara itu, Red Bull dan Ferrari kesulitan. Max Verstappen tertinggal 97 poin.
McLaren akan mengevaluasi strategi selama jeda musim panas. Keberhasilan Norris menunjukkan fleksibilitas tim. Dengan 10 balapan tersisa, Norris dan Piastri akan terus bersaing sengit. Lintasan seperti Zandvoort akan menguji kekuatan McLaren. Dominasi mereka di Hungaria menegaskan posisi terdepan. Untuk pembaruan Formula 1, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
George Russell
Mercedes
|
51 |
|
2
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
47 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
34 |
|
4
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
33 |
|
5
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
6
|
|
Lando Norris
McLaren
|
15 |
|
7
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
9 |
|
8
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
8 |
|
9
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
8 |
|
10
|
|
Arvid Lindblad
Racing Bulls
|
4 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Baca Juga
Ancaman hujan di GP Jepang 2026 berkurang, menghindarkan pembalap F1 dari debut mobil baru 2026 di kondisi basah di Suzuka.
Toto Wolff ungkap Mercedes nyaris alami bencana di awal dominan F1 2026 meski raih hasil sempurna bersama Russell dan Antonelli.
Kimi Antonelli diragukan mampu lawan George Russell dalam perebutan gelar F1 2026 bersama Mercedes menurut analisis James Hinchcliffe.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!