Akhir pekan balap Formula 1 di Autodromo Hermanos Rodriguez diwarnai dengan keluhan menggelitik sekaligus serius dari sang juara dunia, Max Verstappen. Pembalap asal Belanda itu kembali dibuat frustrasi oleh buruknya performa mobil RB-nya saat melakukan latihan start di sesi latihan bebas. Masalah pelepasan tenaga dari garasi ini tampaknya masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi skuad Red Bull Racing yang belum menemukan solusi instan di lintasan.
Masalah start ini sejatinya bukanlah hal baru bagi sang pembalap andalan. Usai sesi latihan di Texas, ia sempat menyoroti berbagai kendala teknis yang menghambat performanya, termasuk komunikasi radio yang sempat bermasalah dan konsistensi start yang dinilainya sangat buruk. Situasi pelik ini kembali terulang ketika ia mencoba melakukan prosedur start latihan di akhir sesi latihan bebas kedua di Meksiko, yang berujung pada kekecewaan mendalam di balik kemudi.
Melalui saluran radio tim, pembalap bernomor 1 itu melontarkan komentar sarkastis yang langsung menarik perhatian para pengamat di paddock. "Saya bisa berjalan kaki lebih cepat daripada menggunakan mobil balap ini. Maksud saya, saya melakukan start latihan dari jalur pit dan itu adalah bencana. Saya melakukan start latihan di lintasan lurus utama dan itu adalah bencana lainnya," ujar sang juara dunia dengan nada gemas menggambarkan buruknya respons mobil.

Tidak berhenti sampai di situ, ia bahkan melontarkan candaan tajam kepada tembok pit untuk mengubah prosedur balapan demi mengatasi masalah lambatnya laju awal mobil. "Kenapa kita tidak mengubah sesuatu? Lebih baik saya melakukan start seperti balapan Le Mans tempo dulu, tahu kan. Saya berlari ke arah mobil, mendorongnya lalu melompat masuk. Setelah itu baru saya jalani balapannya," imbuhnya menyindir rumitnya sistem elektronik mobil saat ini.
Menanggapi situasi krusial ini, bos tim Laurent Mekies memberikan penjelasan teknis mengenai akar permasalahan yang sedang dihadapi oleh para insinyur pabrikan. Menurutnya, kompleksitas pelepasan tenaga melibatkan sinkronisasi yang sangat rumit antara mesin pembakaran internal, turbo, kopling, serta girboks. Perbaikan menyeluruh diprediksi baru akan terealisasi melalui pembaruan perangkat lunak dan keras secara total pada musim mendatang, sementara para rival seperti Racing Bulls yang memakai unit daya serupa justru mampu menampilkan start yang lebih optimal.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!