Max Verstappen mengungkap bahwa ia masih berbicara dengan mantan team principal Red Bull, Christian Horner, hampir setiap pekan setelah Horner meninggalkan tim pada tahun lalu.
Horner sebelumnya memegang posisi team principal Red Bull selama lebih dari 20 tahun sebelum hengkang secara mendadak setelah British Grand Prix 2025. Selama periode itu, ia memimpin salah satu era paling sukses dalam sejarah tim, termasuk masa dominan bersama Sebastian Vettel pada awal 2010-an dan periode berikutnya bersama Verstappen.
Red Bull kemudian menunjuk Laurent Mekies sebagai pengganti Horner. Sejak meninggalkan struktur tim, Horner dikaitkan dengan berbagai peran di grid, meski materi yang tersedia tidak memuat konfirmasi mengenai langkah berikutnya.

Horner kembali terlihat di paddock Formula 1 pada Minggu di Silverstone, yang menjadi kemunculan pertamanya sejak meninggalkan Red Bull. Verstappen kemudian ditanya mengenai kehadiran mantan bos timnya tersebut setelah akhir pekan British Grand Prix yang kembali menempatkan masa depannya sebagai salah satu topik pembicaraan.
“Saya berbicara dengan Christian hampir setiap pekan,” kata Verstappen kepada media termasuk RacingNews365.
Verstappen menambahkan bahwa ia melihat Horner melalui kamera saat berada di Silverstone, tetapi belum sempat bertemu langsung karena kesibukan akhir pekan balapan. Ketika ditanya soal isi pembicaraan mereka, Verstappen menyebut percakapan itu seperti komunikasi normal dengan teman atau orang yang sudah dikenal lama.
Di tengah spekulasi mengenai masa depannya sendiri setelah British Grand Prix yang sulit, Verstappen memilih tidak memberikan komentar lebih jauh. “Saya tidak akan mengatakan apa pun tentang itu. Tidak adil untuk mengatakan apa pun tentang itu sekarang,” ujarnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!