Ketegangan memuncak di paddock Formula 1 ketika Max Verstappen melontarkan kritik pedas terhadap Liam Lawson menyusul insiden senggolan di sesi latihan bebas kedua (FP2) Grand Prix Meksiko. Duel ketat antara kedua pembalap yang bernaung di bawah payung energik Red Bull ini terjadi di area stadion dan memaksa pengawas lomba mengibarkan bendera merah demi membersihkan serpihan komponen mobil yang berserakan di atas lintasan aspal Autodromo Hermanos Rodriguez.
Insiden bermula ketika Verstappen mencoba masuk dari sisi dalam di Tikungan 12, sebelum Lawson merespons dengan aksi serupa di tikungan berikutnya. Manuver agresif tersebut membuat sang juara dunia empat kali terpaksa keluar jalur setelah kontak fisik tidak terhindarkan. Akibat insiden yang terjadi saat sesi baru berjalan 15 menit ini, mobil RB20 andalan Verstappen mengalami kerusakan signifikan yang mengganggu sisa program kerjanya sepanjang sesi latihan.
Ketika ditanya oleh awak media mengenai insiden tersebut, pembalap asal Belanda itu tidak segan-segan mempertanyakan keputusan rival mudanya. "Yah, saya tidak berpikir itu disebut kurang beruntung. Mungkin perilaku yang tidak begitu cerdas, apa yang dia coba lakukan di sana. Pada akhirnya itu tidak akan mengubah akhir pekan saya, tetapi jika saya jadi dia, saya akan bertindak sedikit lebih cerdas. Juga ketika Anda sedang berjuang untuk kursi Anda, itu bukan perilaku yang sangat cerdas," ujar Verstappen tegas.

Dampak dari kerusakan akibat senggolan tersebut langsung terasa pada catatan waktu Verstappen yang harus puas P5, tertinggal 0,311 detik dari pembalap terdepan Charles Leclerc. Bos tim Racing Bulls, Laurent Mekies, memberikan konfirmasi mengenai kerugian yang dialami garasinya kepada Sky Sports Germany. "Max mengalami sesi yang sedikit terganggu karena kontak dengan Liam. Cukup banyak kerusakan mobil di sana, jadi agak disayangkan karena kami harus terus melaju dengan kondisi mobil seperti itu," ungkap Mekies.
Di sisi lain, Lawson mampu mengamankan posisi kesembilan, terpaut 0,628 detik di belakang Leclerc di tengah perjuangannya mengamankan masa depan karier F1. Meski tampil kompetitif, posisi pembalap Selandia Baru tersebut untuk musim 2027 masih dipenuhi tanda tanya besar mengingat ketatnya persaingan internal junior Red Bull, termasuk ancaman dari penantang gelar F2 dan talenta muda lainnya. Mekies menambahkan bahwa insiden tersebut sepenuhnya tidak diperlukan mengingat keduanya tidak sedang dalam catatan waktu cepat, namun fokus utama tim kini beralih pada perbaikan mobil jelang sesi penting berikutnya.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!