Drama memanas di Grand Prix Spanyol 2025! Max Verstappen, juara dunia empat kali, terlibat bentrokan kontroversial dengan George Russell, membuatnya terancam larangan balapan. Setelah awalnya ogah meminta maaf, Verstappen akhirnya mengakui kesalahannya via Instagram. Apa yang memicu insiden ini? Akankah Verstappen belajar dari kesalahan ini di Montreal? Simak analisis mendalam yang bikin penggemar F1 Indonesia tak bisa berpaling!

Pada lap 64 Grand Prix Spanyol, Verstappen dan Russell bersenggolan di Tikungan 5 setelah restart Safety Car. Red Bull memerintahkan Verstappen untuk mengembalikan posisi ke Russell setelah insiden di Tikungan 1, di mana Verstappen dianggap mendapat keuntungan dengan keluar lintasan. Namun, Verstappen tampak sengaja mempercepat dan menabrak sisi mobil Mercedes Russell. “Itu terasa disengaja,” kata Russell, menyebut manuver itu “tak perlu” dan merugikan Verstappen sendiri, yang jatuh dari P5 ke P10.
FIA menjatuhkan penalti 10 detik dan tiga poin penalti pada superlisensi Verstappen, membuat total poinnya menjadi 11—hanya satu poin dari larangan balapan otomatis. Hukuman ini mencerminkan pandangan steward bahwa Verstappen “jelas menyebabkan tabrakan.” Nico Rosberg bahkan menyerukan diskualifikasi, menyebut aksi Verstappen sebagai “pembalasan yang disengaja.” Dengan dua balapan berikutnya di Kanada dan Austria sebelum poin penalti kadaluarsa pada 30 Juni, Verstappen harus ekstra hati-hati.
Awalnya, Verstappen menolak membahas insiden tersebut, bahkan menyindir Russell dengan berkata, “Bawa tisu lain kali.” Namun, sehari setelah balapan, ia mengakui kesalahan di Instagram: “Pilihan ban dan beberapa manuver setelah restart Safety Car memicu frustrasi saya, menyebabkan aksi yang salah dan seharusnya tidak terjadi.” Meski tidak meminta maaf langsung, pengakuan ini menunjukkan tekanan strategi Red Bull, terutama pemilihan ban keras, memengaruhi emosinya.
Insiden ini memperpanas rivalitas Verstappen dan Russell, yang sudah memanas sejak Qatar 2024. Russell menyebut Verstappen “mengintimidasi” dan menudingnya tak bisa menghadapi tekanan. “Saya tidak akan membiarkan diri dibully,” tegas Russell. Sementara itu, Verstappen menegaskan fokusnya pada balapan, bukan drama. Dengan Russell kini memimpin Mercedes dan Verstappen tertinggal 49 poin dari pemuncak klasemen Oscar Piastri, duel mereka di Montreal akan jadi sorotan.
Jangan lewatkan kabar terbaru dari dunia F1! Pantau berita eksklusif, hasil balapan, dan drama di lintasan hanya di SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
George Russell
Mercedes
|
51 |
|
2
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
47 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
34 |
|
4
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
33 |
|
5
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
6
|
|
Lando Norris
McLaren
|
15 |
|
7
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
9 |
|
8
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
8 |
|
9
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
8 |
|
10
|
|
Arvid Lindblad
Racing Bulls
|
4 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Baca Juga
Ancaman hujan di GP Jepang 2026 berkurang, menghindarkan pembalap F1 dari debut mobil baru 2026 di kondisi basah di Suzuka.
Toto Wolff ungkap Mercedes nyaris alami bencana di awal dominan F1 2026 meski raih hasil sempurna bersama Russell dan Antonelli.
Kimi Antonelli diragukan mampu lawan George Russell dalam perebutan gelar F1 2026 bersama Mercedes menurut analisis James Hinchcliffe.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!