MotoGP, Sportrik Media - Maverick Vinales dan Jorge Lorenzo mengungkap detail kerja sama mereka menjelang MotoGP 2026, setelah menjalani rangkaian tes pramusim di Sepang dan Buriram sebagai bagian dari proyek baru bersama KTM.
Kolaborasi ini menjadi salah satu cerita utama jelang musim dimulai. Lorenzo mengambil peran sebagai mentor dan pelatih, dengan fokus pada penguatan aspek mental dan teknis Vinales. Keduanya telah bekerja intens selama tiga bulan terakhir guna membangun fondasi sebelum memasuki seri pembuka di Thailand.
Ketika ditanya mengenai kondisi fisiknya setelah cedera, Vinales menyatakan bahwa secara spesifik untuk balapan ia telah siap, meski belum sepenuhnya pulih dalam aktivitas harian.

“Saya rasa untuk balapan, ya. Kami berlatih dengan baik, jadi saya rasa sudah siap. Untuk kehidupan normal, saya masih butuh beberapa bulan lagi.”
Bagi Lorenzo, motivasinya membantu Vinales sangat jelas dan terarah pada satu tujuan utama.
“Menang, menang, dan menang. Saya selalu percaya bahwa Maverick memiliki banyak bakat dan bahwa, karena suatu alasan, dia belum mampu mengembangkan potensi penuhnya.”
Vinales mengakui bahwa evaluasi tersebut membuka perspektif baru mengenai komitmennya di MotoGP.
“Setelah tiga bulan bekerja bersama, saya menyadari bahwa jelas saya belum melakukan semua yang saya bisa untuk mencapai potensi penuh saya. Komitmen saya terhadap MotoGP selalu 100 persen. Sekarang saya melihatnya sebagai 150 persen.”
Seri pembuka di Buriram disebutnya sebagai ujian penting bagi proyek ini.
“Saya pikir Buriram akan menjadi ujian. Jika kita berhasil melewati Buriram, saya rasa kita bisa bertahan sedikit lebih lama. Itu akan menjadi ujian berat bagi kami.”
Keputusan untuk kembali menjalin komunikasi dengan Lorenzo muncul saat Vinales mengalami kesulitan adaptasi ketika bergabung dengan proyek KTM.
“Itu terjadi ketika saya bergabung dengan proyek KTM, karena saya kesulitan beradaptasi dengan motor dan saya pikir dia bisa banyak membantu saya.”
Ambisi menjadi faktor utama perubahan pendekatannya musim ini. Vinales menegaskan bahwa dorongan untuk meraih gelar kini menjadi pusat fokusnya.
“Pertama dan terutama, ambisi dan keinginan untuk memenangkan gelar. Itu sangat mendasar bagi saya. Saya memiliki mimpi ini sejak kecil dan saya yakin bisa mencapainya. Tetapi saya membutuhkan alat yang tepat. Bekerja dengan Jorge, saya pikir saya memiliki alat-alat itu.”
Lorenzo menilai kekuatan terbesar Vinales adalah bakat alami dan kemampuannya memahami dinamika motor dengan cepat, namun ia juga menyoroti aspek mental sebagai area pengembangan penting.
“Dia memiliki bakat luar biasa dalam memahami berbagai hal dan kemampuan alami untuk melakukan sesuatu dengan sangat cepat. Yang perlu dia tingkatkan adalah aspek mental. Keyakinannya terhadap situasi tertentu harus lebih positif, dan ketika menghadapi masalah, dia perlu mengubah cara berbicara kepada dirinya sendiri.”
Terkait masa depannya, Vinales menolak anggapan bahwa musim 2026 menjadi kesempatan terakhirnya untuk membuktikan diri.
“Tidak, saya baru saja memulai. Dari segi usia, saya masih punya banyak waktu. Saya mungkin bisa terus balapan sampai usia 42 tahun, seperti Valentino Rossi. Secara fisik, saya merasa sangat kuat.”
Dengan fondasi teknis dari tes pramusim dan pendekatan mental yang diperbarui, kemitraan Vinales dan Lorenzo akan langsung diuji pada seri pembuka MotoGP 2026 di Buriram. Hasil awal tersebut akan menjadi indikator apakah kombinasi pengalaman dan ambisi ini mampu mengubah arah perjalanan Vinales dalam perebutan gelar kelas premier.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!