Debut mesin Formula 1 Honda spec 2 yang telah ditingkatkan berakhir mengecewakan dalam sprint qualifying Grand Prix Belanda, setidaknya berdasarkan catatan waktu. Duo Aston Martin, Lance Stroll dan Fernando Alonso, gagal melewati SQ1 di Zandvoort, sebuah kemunduran dari performa menjanjikan yang mereka tunjukkan di Hungaroring.
Lance Stroll finis ke-19, terpaut enam persepuluh detik dari zona aman menuju SQ2, dan mengaku kesulitan menemukan waktu putaran. Sementara itu, Fernando Alonso yang menempati posisi terakhir setelah lock-up besar di Tikungan 1 pada upaya pertamanya, melaporkan adanya getaran besar di lintasan lurus melalui radio tim.
“Getaran besar di lintasan lurus,” kata Alonso. “Dan bukan dari ban, eh....”

Namun, penyelidikan awal mengungkapkan bahwa masalah tersebut bukan berasal dari unit tenaga. Belakangan diketahui, sayap belakang aktif (active aero) pada mobil Alonso gagal berfungsi. Akibatnya, sayap tetap tertutup dalam mode corner di lintasan lurus, meningkatkan hambatan aerodinamis dan mengurangi kecepatan puncak. Hal ini juga menyebabkan baterai terkuras lebih cepat dari seharusnya.
Dampaknya signifikan: Alonso kehilangan 20 km/jam dibandingkan putaran terbaiknya di latihan menuju Tikungan 1, dan 2,3 detik lebih lambat saat mencapai apex. Ia juga kehilangan dua persepuluh detik lagi di sektor antara Tikungan 10 dan 11 karena kecepatannya 15 km/jam lebih rendah. Jika dikoreksi, waktu putarannya sekitar 1 menit 13,5 detik, yang seharusnya cukup untuk melaju ke SQ2.
Meski demikian, masalah sayap aktif bukan satu-satunya penyebab. Rekan setimnya, Stroll, yang tidak mengalami masalah tersebut, juga gagal melewati SQ1. Lebih jauh, Honda masih menghadapi tantangan besar dalam hal driveability unit tenaga. Aturan 2026 menuntut performa sempurna saat akselerasi dan pengereman, terutama pada fase entry corner yang krusial untuk memaksimalkan energy harvesting. Honda belum sepenuhnya mengatasi masalah ini dengan spec 2.
Alonso juga menyebut mobil mengalami understeer saat melambat untuk tikungan, yang memperburuk situasi. Meskipun debut spec 2 tidak sesuai harapan, potensi peningkatan tenaga tetap ada, tetapi perlu penyempurnaan lebih lanjut untuk mengoptimalkan integrasi dengan sasis dan sistem energi.
Dengan sprint race dan balapan utama yang masih tersisa di Zandvoort, Aston Martin dan Honda harus segera menemukan solusi untuk memulihkan performa dan bersaing di papan tengah.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!