SPONSORED

Sebastien Ogier Ancam Tinggalkan WRC Akibat Isu Ban Hankook

Notifikasi
Luki Hidayatudin
Luki Hidayatudin
0
Sebastien Ogier Ancam Tinggalkan WRC Akibat Isu Ban Hankook
TO NEWS OVERVIEW
Sebastien Ogier. Photo: TGR WRT / McKlein

Musim kompetisi World Rally Championship (WRC) baru saja rampung, namun masa depan salah satu pereli terhebat dalam sejarah ajang reli dunia, Sebastien Ogier, justru berada di ujung tanduk. Pereli asal Prancis yang mengoleksi banyak gelar juara dunia ini harus puas finis di posisi keempat klasemen akhir musim ini, sebuah pencapaian yang berada di luar tiga besar setelah ia hanya tampil di sebagian seri reli.

Meski tampil hampir tanpa cela di sebagian besar reli yang diikutinya, musim ini juga diwarnai oleh insiden-insiden langka bagi seorang pereli berpengalaman sepertinya. Di Finlandia, ia mengalami kecelakaan hebat saat memimpin jalannya lomba, sementara di Paraguay, perjuangannya harus terhenti lebih awal pada special stage kedua akibat kegagalan pada komponen suspensi kendaraannya.

Refleksi atas musim yang penuh liku ini diungkapkan secara terbuka oleh sang pereli dalam wawancaranya bersama media Autohebdo. Ia menyadari bahwa peruntungannya tidak sebaik musim-musim sebelumnya, meski ia tetap mensyukuri perjalanan karier luar biasa yang telah ia bangun selama bertahun-tahun di level tertinggi reli dunia.

Fakta Tersembunyi di Balik Drama Final Rally Italia Sardinia 2026
Baca JugaFakta Tersembunyi di Balik Drama Final Rally Italia Sardinia 2026

"Ini bukan tahun terbaik. Namun saya tidak bisa mengeluh. Saya telah menjalani karier yang luar biasa dan banyak musim yang sangat baik, di mana saya sering kali memiliki keberuntungan seorang juara dan segala sesuatunya berjalan sesuai keinginan saya. Tahun ini, kita dengan jelas dapat mengatakan bahwa hal tersebut tidak terjadi," ujar Sebastien Ogier.

ADVERTISEMENT

Di balik hasil tersebut, rasa frustrasi terbesar sang pereli sama sekali bukan berasal dari performa mobilnya, melainkan masalah teknis yang konsisten dikritiknya sepanjang tahun. Dilansir dari RallyJournal, ia secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap pemasok ban resmi kejuaraan, Hankook, yang dinilai terlalu mendominasi jalannya kompetisi dan merusak esensi murni dari olahraga reli.

"Satu-satunya hal yang bisa kita sesali dari musim ini tentu saja adalah ban, yang memegang peran terlalu besar di banyak reli. Saya pikir ini harus dikatakan sekali lagi: ini tidak dapat diterima. Terlalu banyak hal yang diserahkan pada faktor kebetulan di terlalu banyak reli," tegasnya.

Situasi pelik ini secara langsung memicu spekulasi mengenai kelanjutan kariernya di ajang WRC. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade mendominasi puncak kejuaraan, kejenuhan tampaknya mulai melanda pereli peraih delapan gelar juara dunia tersebut, terutama ketika faktor teknis di luar kendali pengemudi mulai menentukan hasil akhir lomba.

ADVERTISEMENT

Ketidakpastian ini semakin diperkuat dengan pengakuannya menjelang bergulirnya musim baru. Pereli andalan Toyota ini memastikan bahwa dirinya tidak akan ambil bagian dalam seri pembuka tradisional di Monte Carlo, dan bahkan belum dapat memastikan apakah ia akan turun di satu seri pun pada musim mendatang.

"Mari kita berharap bahwa segalanya akan menjadi sedikit lebih dapat diprediksi dengan ban di masa depan. Mengenai apakah saya akan terlibat atau tidak, seperti yang Anda tahu, saya tidak akan bersaing di Monte Carlo. Saat ini, saya bahkan tidak tahu apakah saya akan berkompetisi dalam satu reli pun di 2027. Belum ada yang direncanakan. Kita lihat saja nanti," ucapnya.

"Namun, hal-hal inilah yang saat ini merenggut keinginan saya untuk kembali. Itu adalah hal yang pasti selama tidak ada perubahan yang terjadi," pungkasnya dengan penuh penekanan.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU