SPONSORED

Martin Brundle Soroti Kekacauan Penalti Monaco

Notifikasi
Jean Martin
Jean Martin
0
Martin Brundle Soroti Kekacauan Penalti Monaco TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media - Martin Brundle memperingatkan tidak ada solusi sederhana untuk menyelesaikan kekacauan penalti pit lane pada Monaco Grand Prix 2026. Persoalan tersebut berkembang setelah dua penalti lima detik milik Pierre Gasly dibatalkan, sementara pembalap lain telah menjalankan hukuman serupa dan kehilangan posisi selama balapan.

Gasly termasuk salah satu dari lima pembalap yang dijatuhi penalti karena dinilai melampaui batas kecepatan 60 km/jam di pit lane Monaco. Setelah Alpine mengajukan peninjauan, kedua hukuman tersebut dicabut dan Gasly dikembalikan ke posisi ketiga dalam klasifikasi balapan. Perubahan itu kemudian memengaruhi hasil pembalap dan tim lain yang sebelumnya memperoleh keuntungan dari penalti tersebut.

© XPBimages

“Itu merupakan keputusan yang sangat rumit dan tidak nyaman. Pembalap lain di Monaco telah menjalankan penalti mereka dan menyesuaikan strategi berdasarkan hukuman tersebut,” tulis Brundle dalam kolomnya untuk Sky Sports F1.

Mercedes Buka Peluang Pulihkan Poin Russell
Baca JugaMercedes Buka Peluang Pulihkan Poin Russell

Masalah utama berada pada perbedaan antara penalti yang telah dijalankan saat balapan dan hukuman yang masih dapat diubah setelah finis. Pembalap yang masuk pit atau menjalankan drive-through tidak dapat memperoleh kembali waktu serta posisi lintasan yang telah hilang. Sebaliknya, penalti waktu yang ditambahkan setelah balapan dapat dicabut dan hasilnya dikoreksi secara langsung.

ADVERTISEMENT

George Russell menjadi salah satu pihak yang paling terdampak. Pembalap Mercedes tersebut awalnya menerima penalti lima detik, tetapi kesalahan tim ketika menjalankan hukuman membuatnya kemudian dijatuhi drive-through. Rangkaian penalti itu menghancurkan peluang poin Russell, meski tim memperkirakan ia dapat finis setinggi posisi keempat tanpa hukuman tersebut.

Mercedes kemudian meminta hak peninjauan terhadap kasus Russell. Pada saat yang sama, McLaren dan Red Bull Racing menantang perubahan hasil dan keputusan untuk membatalkan penalti Gasly. Akibatnya, hasil Monaco tetap berada dalam proses sengketa hampir dua pekan setelah balapan berakhir.

“Russell kehilangan balapannya, tetapi karena hukumannya bukan penalti setelah balapan, tidak ada yang diubah secara retrospektif dalam hasilnya. Mercedes, McLaren, dan Red Bull sekarang akan mengajukan keberatan karena semuanya dirugikan,” kata Brundle.

ADVERTISEMENT

Brundle juga menyoroti risiko preseden regulasi. Apabila sebuah tim dapat mempertahankan peluang banding dengan tidak menjalankan penalti marginal saat balapan, keputusan strategis pada masa depan dapat berubah. Tim mungkin mempertimbangkan apakah kehilangan waktu secara langsung lebih merugikan dibandingkan risiko hukuman tambahan dan peluang untuk menggugat keputusan setelah balapan.

Situasi tersebut berakar pada persoalan teknis dalam sistem pengukuran kecepatan pit lane. Menurut Brundle, salah satu timing loop di Monaco ternyata 77 sentimeter lebih pendek dari ukuran yang telah dikalibrasi. Perbedaan itu menghasilkan sejumlah pembacaan identik sebesar 60,1 km/jam ketika batas maksimum ditetapkan pada 60 km/jam.

“Semuanya menjadi kekacauan tanpa solusi mudah. Salah satu timing loop di pit lane Monaco ternyata 77 sentimeter lebih pendek daripada kalibrasinya, sehingga muncul banyak catatan 60,1 km/jam ketika batasnya 60 km/jam,” jelas Brundle.

ADVERTISEMENT

Selisih 0,1 km/jam terlihat kecil, tetapi akurasi posisi timing loop menentukan perhitungan kecepatan rata-rata mobil di antara dua titik. Apabila jarak aktual lebih pendek daripada nilai yang digunakan sistem, kecepatan yang dihitung dapat menjadi lebih tinggi. Pada pit lane sempit seperti Monaco, tim juga mengatur limiter sangat dekat dengan batas regulasi untuk meminimalkan waktu yang hilang.

Brundle menyebut persoalan tersebut telah menjadi bahan korespondensi sejak sesi latihan dan beberapa tim kemudian menyesuaikan pengaturan limiter mereka. Banyaknya pelanggaran dengan angka identik seharusnya memberikan indikasi bahwa terdapat anomali dalam sistem, bukan sekadar kesalahan individu dari lima pembalap berbeda.

“Jelas ada sesuatu yang tidak tepat ketika begitu banyak pelanggaran identik terjadi. Mengejutkan bahwa steward tidak diberi tahu mengenai hal tersebut,” ujar Brundle.

ADVERTISEMENT

Hearing Mercedes menjadi tahap berikutnya dalam penyelesaian kasus tersebut. Steward terlebih dahulu harus menentukan apakah terdapat elemen baru yang signifikan, relevan, dan sebelumnya tidak tersedia. Apabila permintaan diterima, substansi penalti Russell akan diperiksa kembali dan dapat memengaruhi klasifikasi resmi serta perolehan poin kejuaraan.

Bagi FIA, persoalan Monaco tidak hanya berkaitan dengan satu hasil balapan, tetapi juga konsistensi penerapan regulasi. Keputusan berikutnya harus mempertimbangkan Gasly yang telah dipulihkan, pembalap lain yang telah menjalankan hukuman, serta tim yang kehilangan poin setelah menyusun strategi berdasarkan keputusan awal. Proses peninjauan akan berlanjut sebelum Formula 1 memasuki putaran berikutnya di Austria.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU