Marc Marquez harus mengakui keunggulan Marco Bezzecchi di kualifikasi MotoGP Aragon, Sabtu pagi. Juara bertahan itu gagal mempertahankan rekor tak terkalahkannya di sesi Aragon sejak bergabung dengan Ducati, dan harus puas melihat rivalnya asal Italia itu merebut pole position. Ketegangan di tikungan terakhir terasa nyata ketika Marquez mencoba segala cara untuk merebut posisi terdepan, namun sebuah momen nyaris jatuh di depan mengakhiri usahanya.
Bezzecchi, yang masih memulihkan cedera dari Sachsenring, tampil dominan sejak Jumat. Ia memuncaki latihan bebas, FP2, dan kualifikasi. "Saya senang bisa meraih pole, tapi sekarang pekerjaan sebenarnya dimulai," ujarnya. Ia memprediksi pertarungan sengit dengan kedua bersaudara Marquez, karena Alex Marquez juga tampil cepat dan akan memulai dari posisi kedua.
Marquez sendiri mengakui kecepatan Bezzecchi lebih baik. "Ada satu pembalap, yaitu Marco, yang saat ini memiliki ritme lebih baik dari kami. Jadi, terkadang Anda tidak bisa berbuat apa-apa. Yang bisa kami lakukan hanyalah mencoba yang terbaik, dan itulah yang kami lakukan," katanya dengan nada pasrah. Meski begitu, ia tetap optimistis karena catatan waktu terbaiknya di FP2 menggunakan ban medium, bukan soft, yang bisa menjadi senjata untuk balapan nanti.

Dengan defisit 40 poin dari pemimpin klasemen Jorge Martin dan 9 poin dari Bezzecchi di posisi kedua, Marquez tahu akhir pekan di Aragon adalah kesempatan emas untuk memangkas jarak. Namun, ia juga sadar bahwa Bezzecchi punya keunggulan ritme balap. "Kami harus menunggu dan mengambil yang maksimal," tambahnya.
Sementara itu, Alex Marquez menjadi kuda hitam yang siap mengejutkan. "Saya senang dengan barisan depan ini. Itu tujuannya. Pagi ini kami banyak mencoba berbagai hal, tapi di kualifikasi kami berhasil membalikkan keadaan dengan baik," katanya. Ia menekankan bahwa hasil akhir akan sangat bergantung pada start dan lap-lap awal.
Di sisi lain, Martin harus puas start dari posisi kelima, di antara Raul Fernandez dan Pedro Acosta. Insiden jatuh di akhir kualifikasi sempat memunculkan bendera kuning, yang memengaruhi upaya perbaikan waktu para pembalap. Dengan grid yang ketat, Sprint Race dipastikan akan menjadi pertarungan sengit yang layak dinantikan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!