Marc Marquez tidak mau terburu-buru panik. Meski Ducati gagal memenuhi ekspektasi di Red Bull Ring, pembalap Spanyol itu tetap tenang dan menegaskan bahwa perburuan gelar MotoGP 2026 masih sangat terbuka.
Weekend di Austria berjalan jauh dari skenario ideal. Alih-alih memperlebar jarak di puncak klasemen, Marquez justru melihat rival terdekatnya, Jorge Martin, tampil superior dengan menyapu kemenangan di sprint race dan balapan utama. Kini jarak keduanya menjadi 12 poin untuk keunggulan Martin, dan Marquez mengakui bahwa kejuaraan ini masih milik empat pembalap.
“Kami tertinggal 12 poin dan masih ada tujuh balapan tersisa. Tidak perlu panik. Untuk gelar, ada empat pembalap yang bertarung,” ujar Marquez kepada Sky Sport Italia, merujuk pada dirinya, Martin, serta duo Marco Bezzecchi dan Pedro Acosta yang juga masih dalam perhitungan.


Masalah utama Ducati di Austria adalah pengelolaan ban belakang. Carcass ban yang tidak bekerja optimal membuat Marquez kesulitan menjaga konsistensi, terutama di paruh akhir balapan. Namun, ia melihat hal itu bukan sebagai ancaman jangka panjang. “Kami akan coba perbaiki. Untungnya, kondisi seperti ini hanya akan terjadi lagi di Indonesia,” tambahnya, mengisyaratkan bahwa sirkuit Mandalika akan menjadi satu-satunya ujian serupa di sisa musim.
Dengan tujuh balapan tersisa, tekanan justru beralih ke pundak Martin. Sang pembalap Pramac Racing kini memimpin klasemen, tetapi keunggulan 12 poin sangat rentan. Marquez dan Ducati punya cukup waktu untuk bangkit, sementara Bezzecchi dan Acosta terus mengintai. MotoGP 2026 benar-benar menyajikan drama yang tak terduga, dan Marquez siap memainkan peran sebagai pemburu, bukan yang diburu.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!