Pembalap asal Italia, Marco Bezzecchi, menatap sisa paruh musim dengan kepala tegak meskipun menghadapi hari Sabtu yang berat di Sirkuit Phillip Island. Kondisi trek yang rumit dan campuran saat sesi kualifikasi memaksa sang rider hanya mampu mengamankan posisi start kesembilan di grid, sebuah hasil yang jauh dari ekspektasi awal akhir pekan tersebut.
Permasalahan kian pelik ketika lampu padam dan balapan Sprint dimulai. Start yang kurang optimal membuat posisinya melorot hingga tercecer di urutan kedua belas pada fase-fase awal lomba. Namun, daya juang tinggi ditunjukkan oleh punggawa asal Italia ini dengan melakukan serangkaian manuver overtake yang membawanya merangsek naik hingga finis di peringkat keempat.
Dalam usahanya menembus barisan terdepan, Bezzecchi sempat membidik kompatriotnya yakni Fabio Di Giannantonio demi mengamankan podium ketiga. Sayangnya, jarak yang tersisa tidak cukup bagi Bezzecchi untuk melancarkan serangan pemungkas hingga garis finis dikibarkan.

Situasi klasemen sementara saat ini menempatkan Marc Marquez di singgasana puncak, dibayangi oleh Jorge Martin di posisi kedua dengan selisih sepuluh poin yang tengah dibekap cedera. Sementara itu, Bezzecchi tertinggal lima puluh angka di belakang sang pemuncak pimpinan kejuaraan dunia.
Menanggapi ketatnya persaingan titel juara dunia musim ini, Bezzecchi sama sekali belum mau lempar handuk putih. "Non e ancora finita, questo campionato e assolutamente folle," ujar Bezzecchi menggambarkan betapa liar dan tidak terasanya persaingan titel musim ini. Ia juga menyampaikan simpati mendalam kepada rivalnya yang mengalami insiden kecelakaan di tengah lomba.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!