Marco Bezzecchi memberikan tanggapan tegas mengenai komentar bos tim Ducati, Davide Tardozzi, yang menyebut peluang perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini masih terbuka lebar meskipun tertinggal selisih poin yang cukup signifikan menjelang akhir pekan balapan.
Pembalap andalan Aprilia tersebut tiba di Sirkuit Sepang untuk menghadapi Grand Prix Malaysia dengan membawa defisit 50 poin dari pimpinan klasemen sementara, Marc Marquez. Situasi ini membuat persaingan titel dunia semakin mengerucut dan menuntut konsistensi tinggi di setiap sesi latihan hingga balapan utama.
Meskipun performa penantang gelar sempat mengalami sedikit hambatan dalam beberapa seri terakhir, Tardozzi secara terbuka memperingatkan para pesaing bahwa pembalap asal Italia itu tidak boleh dicoret dari bursa juara. Manajer tim pabrikan Borgo Panigale tersebut menilai bahwa selisih 50 poin bukanlah angka yang mustahil untuk dikejar mengingat masih ada sejumlah balapan tersisa.

Namun, Bezzecchi memiliki pandangan realistis menanggapi pujian sekaligus prediksi dari kubu rival utamanya tersebut. Ia merasa tersanjung atas dukungan mental yang diberikan, tetapi secara tegas menyatakan bahwa tidak semua argumen mengenai mudahnya memangkas selisih poin tersebut sepenuhnya sesuai dengan realitas di lintasan.
Dalam konferensi pers pra-acara hari Kamis di Sepang, pembalap bernomor start khas tersebut menyampaikan rasa terima kasihnya secara terbuka. "Yah, saya jelas menghargainya," ujar Bezzecchi di hadapan para awak media.
"Tidak semua yang dia katakan adalah benar; 50 poin tetaplah 50 poin. Ini tidak sama dengan nol. Memang benar bahwa dalam balapan apa pun bisa terjadi, dan saya sangat menghargai apa yang dia katakan serta apa yang mereka pikirkan tentang saya. Tapi itu tidak akan pernah mudah. Bagaimanapun, saya tidak mengeluh. Saya hanya ingin melakukan yang terbaik," imbuhnya.
Menghadapi sisa kalender balap musim ini, ekspektasi internal tim dirancang agar tetap membumi, terutama mengingat rekam jejak kurang menguntungkan di Sepang serta karakteristik teknis motor pada akhir pekan lomba. Fokus utama saat ini adalah memaksimalkan potensi setiap sesi tanpa terbebani tekanan hitung-hitungan matematis kejuaraan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!