Menjelang babak akhir Kejuaraan Dunia MotoGP 2026, persaingan gelar juara semakin memanas baik di atas lintasan maupun di luar sirkuit. Marc Marquez yang kini kembali memimpin klasemen setelah serangkaian hasil impresif dan kejatuhan para pesaingnya, menegaskan sikap tegas terkait penggunaan pengaruh media massa dalam perburuan gelar.
Musim 2026 menyajikan drama luar biasa di mana pembalap asal Spanyol tersebut sempat diprediksi tersingkir dari perebutan gelar akibat cedera lengan kanan yang memerlukan operasi pasca-serangkaian insiden di Le Mans. Namun, serangkaian kesalahan fatal dari Marco Bezzecchi dan Jorge Martin membuka jalan bagi sang juara dunia sembilan kali untuk kembali merangsek ke puncak klasemen dengan penampilan yang nyaris tanpa cela.
Memasuki fase penentuan musim, tensi persaingan kian melonjak tajam dan tekanan psikologis mulai dimainkan di hadapan para awak media. Kendati demikian, pembalap andalan skuad Borgo Panigale ini memastikan dirinya tidak akan meniru pendekatan politis atau perang urat saraf di depan publik yang kerap mewarnai era rivalitas masa lalu di ajang balap motor grand prix.

Dalam wawancara eksklusif bersama media internasional Autosport, peraih sembilan gelar juara dunia tersebut membeberkan pandangannya secara terbuka mengenai batasan etika dalam memanfaatkan sorotan pers. Ia menilai bahwa pengaruh media adalah sesuatu yang diperoleh melalui prestasi nyata di masa lampau, namun ada batasan moral yang tidak akan ia langgar demi menjatuhkan kompetitor langsung di lintasan.
“Jika kamu bisa menguasai kekuatan media, itu karena kamu telah mendapatkannya berkat hasil-hasil di masa lalu, tetapi saya tidak akan pernah menggunakan kekuatan media untuk melawan pembalap lain,” ujar Marc Marquez dalam wawancara tersebut.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jika pun dirinya terpaksa memanfaatkan eksposur media, pendekatan tersebut murni difokuskan untuk kepentingan internal pribadi guna meredam tekanan atmosfer paddock yang begitu padat, alih-alih melancarkan serangan mental destruktif kepada lawan. “Paling-paling saya menggunakan media, dan saya sudah melakukannya di masa lalu, untuk kepentingan pribadi saya sendiri. Tidak harus untuk mendapatkan keuntungan finansial atau mental, tetapi agar bisa lebih tenang. Namun, saya ulangi, saya tidak akan pernah menggunakan media untuk melawan pembalap lain,” pungkasnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!