Marc Marquez mengaku telah mengerahkan segalanya demi meredam perlawanan sengit rival perebutan gelar, Jorge Martin, dalam balapan Sprint MotoGP Australia yang mendebarkan di Sirkuit Phillip Island. Selama tujuh setengah putaran penuh, kedua pebalap papan atas ini menyuguhkan tontonan kelas dunia dengan saling bertukar posisi terdepan di garis batas kemampuan maksimal motor mereka.
Pertarungan sengit tersebut akhirnya mencapai titik balik krusial pada putaran kedelapan di Tikungan 8. Martin yang memburu posisi Marquez harus membayar mahal ambisinya ketika kehilangan kendali bagian depan motor Aprilia miliknya, membuat sang pebalap terpelanting ke area gravel. Insiden dramatis ini langsung melambungkan Marquez ke podium tertinggi sekaligus merebut kembali tampuk pimpinan klasemen sementara kejuaraan dunia.
Berbicara kepada MotoGP.com usai balapan, Marquez langsung menyampaikan simpati mendalam begitu mengetahui sang rival harus mendatangi pusat medis. Pertama-tama timnya menginformasikan bahwa Jorge berada di pusat medis, sehingga ia mendoakan yang terbaik untuk pemulihan sang pebalap karena kehadirannya sangat penting bagi pertunjukan kejuaraan. Duel hari itu dinilainya benar-benar murni pertarungan gelar yang agresif dan berada di batas maksimal, tetapi tetap berjalan di dalam batas sportivitas.

Meskipun Aprilia sempat menunjukkan potensi kecepatan luar biasa sejak sesi latihan hari Jumat, Marquez terbukti mampu mengungguli Martin di setiap sesi sebelumnya baik dalam kondisi lintasan kering maupun basah. Namun sang juara bertahan tetap tampil luar biasa menantang dalam balapan pendek ini, meski harus beberapa kali melebar akibat memaksakan diri mengendarai motor di ujung limit performa. Menurut Marquez, rivalnya itu hanya sedikit lebih cepat di dua tikungan saja, sementara di sisa bagian sirkuit ia merasa jauh lebih nyaman.
Selepas insiden kecelakaan yang menimpa Martin, ancaman kemenangan sempat datang dari adiknya sendiri, Alex Marquez, yang berhasil mendekati kelompok terdepan. Sang kakak mengakui bahwa pebalap Gresini tersebut memiliki kecepatan memadai untuk merebut kemenangan, namun ia tetap siap memberikan perlawanan habis-habisan jika terjadi percobaan menyalip dan menyampaikan terima kasih karena sang adik tidak mengambil risiko berlebihan di lintasan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!