Adrian Newey secara terbuka mengungkapkan bahwa pabrikan mesin asal Jepang tersebut merasa kurang puas dengan laju perkembangan mereka sejak kembali ke ajang Formula 1 pada musim ini. Tantangan berat langsung dihadapi skuad yang berbasis di Silverstone tersebut pada awal kejuaraan, di mana masalah performa serta kendala keandalan mesin sempat menjadi batu sandungan besar bagi tim.
Kendati demikian, situasi berangsur membaik setelah serangkaian komponen pembaruan unit daya diperkenalkan ke lintasan balap. Kombinasi antara upgrade mesin tersebut dan penyempurnaan sektor aerodinamika terbukti mampu mendongkrak tingkat kompetitif Aston Martin secara keseluruhan, meskipun mereka masih harus bekerja ekstra keras di barisan belakang klasemen konstruktor.
Dalam sesi konferensi pers resmi FIA jelang rangkaian balapan akhir pekan Grand Prix Amerika Serikat, arsitek teknik ternama itu memberikan pandangannya secara diplomatis. "Saya pikir adil untuk mengatakan bahwa Honda mungkin sedikit kecewa dengan seberapa banyak kemajuan yang berhasil mereka buat tahun ini," ungkap Newey di hadapan para awak media.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa situasi pelik ini justru semakin memperkuat tekad dan komitmen jangka panjang kedua belah pihak untuk menatap masa depan. Pengalaman serta dedikasi tinggi dari orang-orang di dalam pabrikan diyakini mampu mengatasi berbagai hambatan regulasi teknis yang berlaku saat ini.
Ketika membandingkan situasi sekarang dengan era kemitraan sebelumnya, Newey mengakui bahwa posisi Honda saat ini sedikit tertinggal dibandingkan titik awal kerja sama mereka dengan Red Bull pada musim 2019 silam. Namun, ia mengingatkan bahwa fase tersebut merupakan tahun perdana kembalinya mereka ke grid utama Formula 1.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!