Liam Lawson memuji pendekatan agresif Racing Bulls setelah kembali tampil kuat pada Jumat British Grand Prix 2026. Pembalap Selandia Baru itu akan memulai Sprint dari posisi kesembilan setelah menembus 10 besar Sprint Qualifying di Silverstone Circuit.
Lawson lebih dulu menutup sesi latihan di posisi ke-10 sebelum naik satu tempat dalam Sprint Qualifying. Ia finis tepat di depan rekan setimnya, Arvid Lindblad, sehingga memberi Racing Bulls dua mobil di area kompetitif menuju balapan pendek hari Sabtu.
“Mobilnya sangat bagus. Sepanjang hari kondisinya baik. Sejujurnya, kami hampir tidak mengubah apa pun, dan itu menjadi sesuatu yang sangat baik bagi kami belakangan ini,” kata Lawson.

“Kami datang ke akhir pekan seperti ini dengan pendekatan cukup agresif, dan itu berhasil. Jadi, ini posisi start yang bagus untuk besok,” lanjutnya.
Performa tersebut memperkuat posisi Lawson sebagai salah satu pembalap midfield yang konsisten pada musim 2026. Setelah delapan putaran, ia berada di peringkat ke-10 klasemen pembalap dengan 30 poin, sementara Racing Bulls menempati posisi keenam klasemen konstruktor dengan 44 poin.
Namun, Silverstone juga menghadirkan tantangan teknis besar, terutama terkait pengelolaan energi pada regulasi power unit 2026. Dalam kondisi lintasan yang tidak terlalu hangat, pembalap harus menggunakan energi untuk membantu menaikkan temperatur ban, tetapi tetap menyisakan cukup daya untuk memulai putaran cepat.
“Situasinya jelas sulit. Hari ini tidak terlalu hangat, jadi kami membutuhkan energi untuk memberi temperatur pada ban, tetapi tidak bisa menggunakan terlalu banyak karena masih harus punya cukup energi untuk memulai lap,” ujar Lawson.
“Saat lap berlangsung, karena kami semakin cepat, energi juga semakin habis. Jadi, Silverstone sangat berbeda dibanding beberapa trek sebelumnya,” tambahnya.
Meski start dari posisi kesembilan, Lawson menilai peluang meraih poin Sprint tetap berat jika delapan pembalap dari empat tim teratas mampu menyelesaikan balapan tanpa masalah. Mercedes, Ferrari, McLaren, dan Red Bull masih memiliki keunggulan kecepatan jarak panjang dibanding Racing Bulls.
“Jika mereka semua finis, mungkin tidak, dan itu menyebalkan. Tetapi tentu saya akan mencoba, kami akan berusaha mendapatkan start bagus dan melihat posisi kami di beberapa tikungan pertama,” kata Lawson.
Fokus Racing Bulls karena itu tidak hanya tertuju pada Sprint, tetapi juga kualifikasi utama dan balapan Minggu. Posisi kesembilan memberi Lawson kesempatan menyerang sejak awal, namun target realistis tim tetap mempertahankan status sebagai kekuatan utama midfield sambil menunggu peluang dari kesalahan rival di depan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!