Liam Lawson menandai Grand Prix Austria sebagai momen kunci yang mengubah nasibnya di musim Formula 1 2025, diikuti keberhasilan di Hungaria. Berdasarkan analisis mendalam, artikel ini merangkum perjalanan Lawson bersama Racing Bulls setelah awal musim yang sulit.
Transisi ke performa terbaru, Lawson mencatatkan hasil impresif dengan finis kedelapan di Hungaria, menandai titik balik penting dalam kariernya.

Lawson menyebut Grand Prix Austria sebagai titik balik musimnya. Finis keenam di Red Bull Ring, hasil terbaik dalam kariernya, didukung oleh perubahan suspensi pada mobil Racing Bulls yang meningkatkan kenyamanan melawan rekan setimnya, Isack Hadjar. “Sejak Austria, saya merasa lebih nyaman,” ujar Lawson kepada media. Ia menambahkan bahwa kecepatan selalu ada, tetapi konsistensi baru terwujud setelah penyesuaian kecil pada mobil.
Setelah Austria, Lawson mencatatkan finis kedelapan di Belgia dan Hungaria, menjadi pembalap Selandia Baru pertama yang mencetak poin di balapan berturut-turut sejak Denny Hulme pada 1974. Hasil ini menandai akhir paceklik 51 tahun bagi negaranya di F1.
Musim 2025 dimulai dengan berat bagi Lawson. Setelah dipromosikan ke Red Bull untuk menggantikan Sergio Perez, ia hanya bertahan dua balapan sebelum digantikan Yuki Tsunoda dan kembali ke Racing Bulls. “Ini tahun yang sangat sulit,” kata Lawson, mencerminkan kurangnya konsistensi di paruh pertama musim. Namun, perubahan kecil pada mobil dan kerja sama dengan insinyur membantunya menemukan ritme.
Dengan tiga finis poin dalam empat balapan terakhir, Lawson menunjukkan potensi besar di paruh kedua musim 2025. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi untuk terus bersaing di papan tengah. Racing Bulls, yang kini kompetitif, diharapkan memanfaatkan momentum ini untuk memperbaiki posisi di klasemen konstruktor.
Untuk pembaruan Formula 1 lainnya, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Kimi Antonelli
Mercedes
|
219 |
|
2
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
169 |
|
3
|
|
George Russell
Mercedes
|
160 |
|
4
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
138 |
|
5
|
|
Lando Norris
McLaren
|
128 |
|
6
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
109 |
|
7
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
92 |
|
8
|
|
Isack Hadjar
Red Bull
|
68 |
|
9
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
43 |
|
10
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
42 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
379 |
|
2
|
|
Ferrari
|
307 |
|
3
|
|
McLaren
|
220 |
|
4
|
|
Red Bull
|
177 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
66 |
|
6
|
|
Alpine F1 Team
|
61 |
|
7
|
|
Haas F1 Team
|
21 |
|
8
|
|
Audi
|
12 |
|
9
|
|
Williams
|
11 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
1 |
Baca Juga
Cadillac membantah rumor kepindahan Sergio Perez ke Williams. Bos tim Marcin Budkowski memuji performa Perez dan menegaskan komitmennya pada tim debutan F1 2026.
Graeme Lowdon dipecat Cadillac F1 setelah 11 balapan tanpa poin, senasib Christian Horner. Marcin Budkowski ditunjuk sebagai pengganti.
Cadillac Racing memecat Team Principal Graeme Lowdon setelah gagal mencetak poin di 11 balapan F1 2026. Marcin Budkowski ditunjuk sebagai pengganti.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!