Lewis Hamilton menyampaikan ketidakpastian tentang upgrade baru Ferrari, menyebutnya memiliki sifat “tidak normal.” Ferrari memperkenalkan komponen baru, termasuk floor yang direvisi, untuk mengejar posisi kedua di klasemen konstruktor setelah kalah dari Mercedes di Kanada.
“Saya senang kami punya upgrade, selalu menyenangkan mendapat komponen baru di mobil. Tapi kami belum tahu efek sebenarnya, informasinya tidak seperti biasa.”

Hamilton mengungkapkan bahwa upgrade Ferrari untuk GP Austria, termasuk floor baru, tidak disertai data jelas tentang peningkatan downforce, berbeda dari informasi standar yang biasanya diterima tim. Ini mencerminkan tantangan Ferrari dalam mengintegrasikan upgrade, seperti yang terjadi di Spanyol 2024, ketika peningkatan downforce mengganggu keseimbangan mobil. Hamilton tetap optimistis, berharap langkah ini mendekatkan Ferrari ke McLaren, yang memimpin klasemen konstruktor dengan selisih 152 poin. Ia juga mengapresiasi kerja keras tim Maranello, meski efek upgrade belum pasti.
“Saya tidak mau membuat alasan. Kami sedang berkembang, baik dari sisi pembalap maupun mobil, dan itu yang terpenting.”
Hamilton menolak membuat alasan atas performa buruknya di musim 2025, di mana ia belum meraih podium grand prix dan tertinggal 23 poin dari Charles Leclerc di klasemen. Ia menegaskan bahwa Ferrari, yang sempat berada di posisi kedua konstruktor sebelum Kanada, sedang membuat kemajuan, meski tidak selalu terlihat. Hamilton masih beradaptasi dengan mobil SF-25, yang menuntut gaya mengemudi berbeda dari Mercedes, terutama karena penggunaan rem Brembo dan engine braking. Diskusi dengan insinyur terus dilakukan untuk menemukan keseimbangan ideal.
Komentar Hamilton mencerminkan tantangan adaptasinya di Ferrari, yang diperumit oleh mobil SF-25 yang dirancang untuk gaya mengemudi Leclerc. Upgrade di Austria, yang mencakup floor baru untuk meningkatkan downforce, diharapkan mengatasi masalah ketidakstabilan belakang yang dikeluhkan Hamilton sejak Bahrain. Namun, ketidakjelasan data performa menunjukkan bahwa Ferrari masih kesulitan mengintegrasikan upgrade secara efektif, seperti yang dianalisis oleh Paolo Filisetti terkait upgrade Jeddah yang gagal membantu Hamilton. Di Red Bull Ring (4,318 km, 71 lap), Hamilton harus memanfaatkan sesi latihan bebas (Jumat, 27 Juni 2025, pukul 17:30 WIB) untuk menyesuaikan setup, terutama dengan ancaman dari Max Verstappen dan duo McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri.
Performa Hamilton di Austria krusial untuk membuktikan bahwa ia dapat menyesuaikan diri dengan Ferrari menjelang regulasi baru 2026, di mana ia akan berkontribusi lebih besar dalam pengembangan mobil.
Upgrade Ferrari di Austria dapat menjadi titik balik untuk mengejar Mercedes di klasemen konstruktor, tetapi ketidakpastian efeknya menambah tekanan pada Hamilton. Dengan balapan utama pada Minggu, 29 Juni 2025, pukul 19:00 WIB, performa Hamilton akan diawasi ketat oleh 105.000 penonton di Red Bull Ring. Keberhasilan dapat meningkatkan kepercayaan tim menjelang Silverstone, di mana upgrade suspensi belakang direncanakan.
Ikuti aksi Lewis Hamilton di F1 GP Austria 2025 di SPORTRIK untuk pembaruan dan analisis Formula 1.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Kimi Antonelli
Mercedes
|
131 |
|
2
|
|
George Russell
Mercedes
|
88 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
75 |
|
4
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
72 |
|
5
|
|
Lando Norris
McLaren
|
58 |
|
6
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
48 |
|
7
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
43 |
|
8
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
20 |
|
9
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
18 |
|
10
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
16 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
219 |
|
2
|
|
Ferrari
|
147 |
|
3
|
|
McLaren
|
106 |
|
4
|
|
Red Bull Racing
|
57 |
|
5
|
|
Alpine
|
35 |
|
6
|
|
Racing Bulls
|
21 |
|
7
|
|
Haas F1 Team
|
19 |
|
8
|
|
Williams
|
7 |
|
9
|
|
Audi
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Baca Juga
Meski menang di Kanada, Toto Wolff meragukan efektivitas update W17 dan khawatir performa nyata tidak sesuai dengan data simulasi di atas kertas.
Max Verstappen meraih podium pertamanya musim 2026 di GP Kanada, menandai titik balik performa Red Bull setelah krisis chassis RB22 yang berkepanjangan.
Aston Martin mengungkap teori posisi duduk terlalu rendah pada AMR26 sebagai pemicu nyeri punggung akut yang memaksa Fernando Alonso mundur dari GP Kanada.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!