Lewis Hamilton menyebut keterlibatannya sejak tahap awal dalam pengembangan mobil Scuderia Ferrari untuk regulasi 2026 sebagai tantangan yang “sangat menarik”, seiring persiapan tim menghadapi perubahan teknis terbesar dalam karier Formula 1-nya.
Hamilton pindah dari Mercedes ke Ferrari pada 2025 dengan tujuan memberi dirinya satu musim penuh untuk beradaptasi secara struktural dan teknis sebelum regulasi baru diberlakukan. Musim tersebut menjadi fase transisi yang sulit, setelah Hamilton gagal meraih satu pun podium grand prix untuk pertama kalinya sejak debutnya di Formula 1.
Dengan diberlakukannya regulasi 2026, Hamilton kini telah membalap di enam era teknis berbeda sejak debutnya pada 2007, mencakup perubahan besar pada 2009, 2014, 2017, 2022, dan kini 2026. Latar belakang ini menjadikannya salah satu pembalap dengan pengalaman adaptasi regulasi paling luas di grid, faktor yang kini dimanfaatkan Ferrari dalam pengembangan SF-26.
Hamilton menjelaskan bahwa perannya dalam fase desain awal bukan sekadar sebagai pengguna akhir, melainkan sebagai referensi utama dalam menentukan arah teknis. Interaksi intensif dengan para insinyur di Maranello difokuskan pada pemahaman filosofi mobil baru, khususnya dalam konteks manajemen energi dan integrasi sistem power unit generasi terbaru.
“Musim 2026 merepresentasikan tantangan besar bagi semua orang, dan mungkin merupakan perubahan regulasi terbesar yang pernah saya alami sepanjang karier saya,” ujar Hamilton.
“Ketika sebuah era baru dimulai, segalanya berpusat pada pengembangan, pertumbuhan sebagai sebuah tim, dan bergerak ke arah yang sama.”
Hamilton menekankan bahwa keterlibatan sejak tahap konseptual memberikan perspektif berbeda dibandingkan sekadar beradaptasi dengan mobil yang sudah jadi. Menurutnya, kejelasan arah teknis menjadi krusial untuk menghindari kompromi performa di fase awal era regulasi baru.
“Sebagai pembalap, terlibat sejak awal dalam pengembangan mobil yang sangat berbeda ini merupakan tantangan yang sangat menarik, bekerja erat dengan para insinyur untuk membantu menentukan arah yang jelas.”
Perubahan regulasi 2026 juga meningkatkan peran pembalap dalam aspek teknis. Hamilton menyoroti pentingnya kontribusi langsung pembalap dalam manajemen energi dan pemahaman sistem baru, yang akan berpengaruh langsung pada performa lintasan dan efektivitas pengembangan sepanjang musim.
“Ini akan menjadi tahun yang sangat penting dari sudut pandang teknis, dengan pembalap memainkan peran sentral dalam manajemen energi, memahami sistem baru, dan berkontribusi pada pengembangan mobil.”
Hamilton menutup dengan menegaskan bahwa tantangan ini dihadapi secara kolektif oleh Ferrari, dengan dukungan emosional dan budaya dari para tifosi sebagai elemen yang memperkuat motivasi internal tim menjelang era baru Formula 1.
“Ini adalah tantangan yang kami hadapi bersama sebagai sebuah tim, didukung oleh gairah luar biasa dari para tifosi Ferrari, yang sangat berarti bagi kami semua.”
Musim 2026 dengan demikian menjadi titik krusial bagi Hamilton dan Ferrari, bukan hanya untuk menghapus hasil buruk 2025, tetapi juga untuk menempatkan fondasi teknis yang mampu bersaing secara berkelanjutan di era regulasi baru Formula 1.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!