Lewis Hamilton mengaku bingung dengan hilangnya kecepatan Ferrari pada GP Austria 2026, setelah start dari posisi ketiga namun hanya finis kelima di tengah kondisi trek yang sangat panas di Red Bull Ring.
Ferrari memulai balapan dari posisi kedua dan ketiga melalui Charles Leclerc dan Hamilton, tetapi hasil akhirnya jauh dari ekspektasi. Leclerc finis kedelapan, sementara Hamilton tertahan di belakang Oscar Piastri setelah strategi tiga pit stop membuatnya kembali ke tengah rombongan dan kehilangan fleksibilitas untuk menyerang.
Prediksi Degradasi Ban Mengarah ke Tiga Pit Stop
Hamilton menjelaskan bahwa sejak rapat strategi pada Minggu pagi, ia sudah meyakini pendekatan tiga pit stop akan menjadi pilihan terbaik. Menurut simulasi tim, strategi dua pit stop lebih cepat, sedangkan tiga pit stop diperkirakan empat detik lebih lambat. Namun, suhu trek yang berada di kisaran pertengahan 50 hingga 60 derajat Celsius membuat Hamilton memperkirakan degradasi ban akan sangat tinggi.

"Pada rapat strategi Minggu pagi, mereka mengatakan ini balapan dua pit stop dan tiga pit stop lebih lambat empat detik. Mereka memberi informasi itu, tetapi saya sudah sangat yakin bahwa bagi saya ini harus tiga pit stop karena saya pikir degradasi akan sangat tinggi," kata Hamilton.
Hamilton bahkan ingin memulai balapan dengan ban soft untuk memaksimalkan grip awal. Namun, Ferrari memilih pendekatan lebih konservatif dengan ban medium karena khawatir kompon soft tidak mampu bertahan dalam kondisi panas ekstrem.
Ban Medium Tidak Memberi Fondasi yang Diharapkan
Keputusan start dengan ban medium akhirnya tidak memberikan platform yang diharapkan Hamilton. Ia sempat mampu mengikuti George Russell pada fase awal balapan, tetapi segera kehilangan grip ban belakang dan mulai tertinggal di lintasan lurus.
"Saya start dengan medium. Awalnya saya cukup baik bersama George, lalu dia mulai menjauh. Saya berada di slipstream, tetapi dia sedikit demi sedikit membuka jarak di lintasan lurus, kemudian ban belakang saya turun sangat cepat," ujar Hamilton.
Masalah degradasi tersebut membuat Ferrari memanggil Hamilton lebih awal dan mengubah jalannya balapan menjadi strategi tiga pit stop. Namun, keputusan itu menempatkannya dalam lalu lintas, sementara penggunaan ban soft pada fase berikutnya juga tidak memberikan peningkatan performa yang cukup besar.
Ferrari Kehilangan Pace di Kondisi Panas
Hamilton mengakui ia belum memahami sepenuhnya mengapa keseimbangan SF-26 terasa begitu sulit sepanjang lomba. Ban belakang cepat kehilangan performa, sedangkan mobil tidak memiliki kecepatan cukup untuk keluar dari kelompok yang lebih padat setelah pit stop awal.
Menurut Hamilton, strategi alternatif dengan memulai balapan memakai ban soft mungkin tidak menjamin hasil jauh lebih baik, tetapi setidaknya berpotensi memberikan ban baru yang lebih ideal untuk stint berikutnya. Ia menilai posisi keempat masih mungkin dicapai, meski hasil itu tetap akan sangat ketat.
Hasil yang Menjadi Peringatan bagi Ferrari
Finis kelima menjadi hasil terburuk Hamilton sejak posisi keenam di Miami dan memperlihatkan bahwa Ferrari masih belum memiliki kestabilan performa dalam kondisi tertentu. Akhir pekan Austria menjadi antiklimaks karena posisi start baris depan tidak mampu diterjemahkan menjadi podium.
Bagi Ferrari, masalah utama bukan hanya strategi, tetapi juga hilangnya pace dasar ketika suhu trek meningkat tajam. Dengan Silverstone menjadi agenda berikutnya, tim harus memahami mengapa SF-26 kehilangan grip belakang terlalu cepat agar tidak kembali terjebak dalam strategi defensif pada putaran berikutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!